Absensi Sidik Jari Butuh Pengawasan – UPEKS
SULAWESI SELATAN

Absensi Sidik Jari Butuh Pengawasan

fingerMASAMBA,UPEKS.co.id — Untuk meningkatkan kedisiplinan, Pemkab Lutra terapkan absensi sidik jari (finger print).

Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Indonesia (LPPPI) Lutra, Wardi Warakang langkah itu sangat positif. Pasalnya, kedisiplinan PNS khususnya terkait pelayanan publik masih jauh dari harapan. Indikasinya, saat jam dinas, banyak oknum PNS berkeliaran di warung, pasar dan Warung Kopi.

”Agar lebih optimal, perlu pengawasan. Problemnya, ditengarai ada oknum PNS, rajin datang finger print, setelah itu tidak melaksanakan tugas. Menjelang jam pulang kembali absensi. Jangan hanya di kantor bupati, tapi bagus diterapkan hingga kantor camat,lurah dan desa,” kata Wardi.

Anggota Komisi I DPRD Lutra, Philosopis Rusli mengatakan, penegakan kedisiplinan PNS di Pemda, Satpol PP dan Inspektorat . Keduanya harus aktif mendisiplinkan oknum PNS malas.

Sekda Lutra, Abd. Mahfud di mengatakan, PNS diberi waktu finger print mulai pukul 07.15 – 8.00 Wita, itu sesuai Peraturan Bupati (Perbub) No.23 tahun 2016 tentang penggunaan absensi dengan tekhnologi finger print.

Dikatakan,sejumlah oknum PNS yang malas telah diberi sanksi sesuai Perbub Bupati dan PP No 53 tahun 2010 antara lain,penurunan pangkat, penundaan kenaikan gaji berkala dan teguran tiga kali, teguran lisan,tertulis di tindak dilanjuti Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

Terhadap PNS yang tersangkut kasus hukum dan ditetapkan sebagai tersangka kita ditindaklanjuti sesuai PP No.4 tahun 1966 dengan memotong gaji 50%. (lan/arf).

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!