PILKADA

Peluang Tanribali Kendarai Golkar Terbuka

Jabat Wakil Sekretaris Jenderal

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Peluang Mayor Jenderal (Purn) TNI Tanribali Lamo mengendarai Partai Golkar di Pilgub Sulsel 2018 lebih terbuka. Apalagi saat ini Tanribali masuk dalam struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan menempati posisi Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjend) Bidang Pertahanan dan Keamanan.

Masuknya nama bakal calon Gubernur Sulsel ke dalam struktur DPP diputuskan melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di Jakarta pada Selasa (26/7) lalu. “Saya masih ikut rapat. Saya datang dengan posisi Wasekjend,” kata Tanribali melalui telepon genggamnya, Kamis (28/7) kemarin.

Menurut Tanribali, posisi Wasekjend juga pernah dijabatnya dalam kepengurusan Aburizal Bakrie. “Waktu itu kan terjadi dualisme kepengurusan. Saya menjabat Wasekjend di kubu Aburizal Bakrie,” ujarnya. Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jayadi Nas, menilai jika dilihat dari struktur di DPP, tentunya peluang Tanribali Lamo akan lebih terbuka mendapat rekomendasi usungan di Pilgub ketimbang kader Golkar lainnya di Sulsel. Alasan Jayadi, masuknya nama Tanribali tentunya tidak mudah.

Pastinya lebih dulu terbangun komunikasi antara petinggi DPP Golkar dengan Tanribali. “Saya rasa tidak ada yang menyangka Pak Tanribali bisa masuk di struktur DPP Golkar. Apalagi sampai menjabat Wasekjend. Tapi itulah komunikasi politik yang dilakukan Pak Tanribali,” terang Jayadi. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas ini menambahkan, sekarang ini Tanribali sudah menjadi salah satu calon yang harus diperhitungkan.

“Itu kalau kita melihat struktur partai,” tandasnya. Adapun Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel Ichsan Yasin Limpo, menurut Jayadi, lobi tingkat tinggi dengan elite partai politik selain Golkar sudah terbukti di Pilkada Gowa lalu. Dimana, Ichsan mampu memalingkan rekomendasi Golkar dari calon lain ke putranya, Adnan Purictha yang saat ini menjabat bupati Kabupaten Gowa. Begitupun dengan partai politik lain yang sebelumnya mendukung calon, seperti Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Amanat Nasional (PAN). “Kalau pun nantinya Pak Ichsan tidak mendapatkan rekomendasi dari Golkar, partai politik lain pasti siap mengusung. Bisa saja terjadi koalisi besar,” pungkasnya. (mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!