UTAMA

Rasio Kredit Macet Membaik

image description

Likuiditas Bank Umum

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Likuiditas bank umum di Sulawesi Selatan cenderung membaik. Nampak dari posisi kredit macet yang mampu tertekan hingga 3,39% pada Mei lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua (Sulawesi Maluku dan Papua) mencatat, indikator rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) bank umum di Sulsel

posisi Mei 2016 tercatat 3,39% menurun dari 3,40% di bulan sebelumnya dan masih dibawah threshold 5%.
Rasio NPL itu jauh lebih baik dibandingkan posisi NPL bank umum se-Sulampua yang pada April tercatat 3,48% kemudian naik menjadi 3,50% pada Mei lalu. Demikian juga dibandingkan secara nasional yang naik dari 2,97% menjadi 3,14%.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulampua, Indarto Budiwitono, menjelaskan,
posisi NPL yang membaik itu tak lepas dari penyaluran kredit Mei/2016 yang tumbuh 14,68% (yoy). “NPL membaik karena adanya peningkatan penyaluran kredit,” ucapnya, Kamis (28/7/16).

Menurutnya, tren penurunan rasio NPL ini akan berlanjut di bulan berikutnya. Pasalnya, selain kondisi ekonomi yang cenderung membaik, beberapa kebijakan pemerintah seperti pengampunan pajak turut mendorong laju ekonomi sehingga memperbaiki kredit macet tersebut.

“Sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) tampaknya meningkatan serapan APBD akan lebih meningkat. Biasanya pola peningkatan mulai di akhir semester satu,” bebernya.

Menurut, Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sulsel, Kamaruddin Kammisi, saat ini pembiayaan macet menjadi fokus utama bank syariah di Sulsel.

“Makanya beberapa bank syariah sedang lakukan konsolisasi ke dalam untuk lebih menjaga NPFnya,” ucapnya.
Kata Kamaruddin, beberapa perbankkan juga mengerem pengucuran pembiayaan utamanya kepada sektor yang dianggap tidak prospek saat ini.

“Ada beberapa sektor yang dianggap sudah lampu merah. Jadi tidak masuk ke situ. Sulit diprediksi, dianggap baik tapi saat jalan jadinya macet,” jelasnya.

NPF ini cukup merepotkan BUS, tambah dia, pasalnya sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan bank termasuk bisa menggerus laba karena akan lebih banyak PPAP.

PPAP berupa cadangan umum dan cadangankhusus guna menutupi risiko kemungkinan kerugian.”Bahkan ada beberapa bank yang menutup beberapa konter atau kantor khas cabang yang tidak memberikan benefit yang signifikan,” tutupnya. (hry/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!