PILKADA

Penyelenggara Terikat Kode Etik Selama 24 Jam

 SOSIALISASI. Komisioner KPU Sulsel saat menggelar sosialisasi rekapitulasi pemilih disabilitas Pilkada serentak gelombang pertama 2015 lalu.GUNADI/UPEKS


SOSIALISASI. Komisioner KPU Sulsel saat menggelar sosialisasi rekapitulasi pemilih disabilitas Pilkada serentak gelombang pertama 2015 lalu.GUNADI/UPEKS

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Nur Hidayat Sarbini mengatakan bahwa para penyelenggara pemilu terikat kode etik penyelenggara pemilu selama 24 Jam.

Dalam Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu Penyelenggara Pilkada 2017, beberapa waktu lalu, Nur Hidayat menjelaskan bahwa kode etik tersebut mengikat terhadap semua ucapan dan tindakan para penyelenggara pemilu.

“Semua tindakan dan ucapan, yang tidak mengenal tempat dan waktu, di kantor maupun di luar kantor dalam saat lapang maupun sempit, saudara kena kode etik, kode etik itu mengikat selama 24 jam,” ujar Nur di hadapan para peserta Bimtek.

Sebelumnya, Nur Hidayat juga menjelaskan bahwa kode etik untuk penyelenggara pemilu adalah suatu kesatuan norma etis dan filosofis yang merupakan pedoman perilaku bagi penyelenggara pemilu. Kode etik tersebut memuat larangan dan apa yang patut dan tidak patut dilakukan oleh penyelenggara pemilu.

Para penyelenggara harus berpegang pada prinsip kode etik yang antara lain menjunjung ideology Negara, memelihara dan menjaga kehormatan penyelenggara serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam penjelasannya, Nur Hidayat seperti dilansir kpu.go.id, juga mengatakan DKPP telah menerima sebanyak 2.266 aduan dan hanya menyidangkan 729 aduan.

Dari sidang yang digelar tersebut, sebanyak 1.967 orang penyelenggara pemilu direhabilitasi namanya, 793 orang diberi teguran tertulis, 30 orang diberhentikan sementara dan 359 diberhentikan tetap. (mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!