OTOMOTIF

Safety Riding Education Astra Sasar Karyawan Coca-Cola

PRAKTIK SAFETY RIDING. Tim Instruktur Astra Motor Makassar Abdul Kadir (kiri) memperhatikan karyawan Coca-Cola Amatil Indonesia Makassar praktek melakukan pengereman dan bermanuver dengan menggunakan sepeda motor Honda GTR 150. --IST--

PRAKTIK SAFETY RIDING. Tim Instruktur Astra Motor Makassar Abdul Kadir (kiri) memperhatikan karyawan Coca-Cola Amatil Indonesia Makassar praktek melakukan pengereman dan bermanuver dengan menggunakan sepeda motor Honda GTR 150. –IST–

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Astra Motor Makassar bekerja sama dengan Coca-Cola Amatil Indonesia Makassar melaksanakan Safety Riding Education kepada 30 karyawan Coca-Cola yang berasal dari tim marketing dan jajaran manamen perusahaan tersebut.

Kegiatan yang dilakukan di halaman parkir perusahaan minuman tersebut berlangsung, Selasa (2/8/2016).OHS Manager CCAI Arbi Syamsuddin, mengatakan, kegiatan safety riding education merupakan kegiatan rutin tahunan bagi CCAI dalam rangka menekan angka kecelakaan kerja dimana kasus tertinggi terjadi di jalan raya.

“Kenapa harus bersama dengan Astra Motor, karena Astra Motor sangat konsisten dengan safety riding ditambah lagi Astra Motor memiliki instruktur yang terlatih dan tersertifikasi langsung dari pihak pabrikan yakni Astra Honda Motor,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sementara Tim Instruktur Astra Motor Makassar Abdul Kadir, mengungkapkan, semakin tinggi tingkat kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang akan muncul saat berkendara maka kecelakaanpun akan semakin menjauh.

Sebaliknya semakin rendah tingkat kewaspdaan kita maka kecelakaanpun akan semakin dekat,” ujarnya saat memberikan edukasi.Dijelaskan Kadir, saat berkendara dibutuhkan konsentrasi agar bisa mengantisipasi kemungkinan bahaya yang muncul serta melihat rambudi jalan raya.

Hal ini harus dilakukan oleh pengendara mengingat 90% kecelakaan yang terjadi ada di faktor manusia dan pada manusianya sendiri faktor yang paling banyak menjadi penyebab kecelakaan. “Manusia kadang salah dalam mengidentifikasi bahaya sehingga merembet kepada kesalahan dalam mengambil keputusan dan akhirnya salah dalam melakukan operasinal kendaraan seperti saat melakukan pengereman,”urainya.

Kalau pengendara cepat mengidentifikasi bahaya, kata Kadir, maka pengendara akan cepat mengambil keputusan untuk melakukan pengeraman dan akan sempat melakukan operasional kendaraan yang lain seperti menurunkan gas, memindahkan perseneling dan membanting setang kemudi.

Sebaliknya jika identifikasi terlambat maka semua proses tadipun akan menjadi terlambat dan berakibat pada terjadinya kecelakaan. Dalam kesempatan safety riding education dilakukan dua bagian, Didahului dengan teori dan dilanjutkan dengan praktek melakukan pengereman dan bermanuver dengan menggunakan sepeda motor Honda GTR 150. (jar)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!