PILKADA

Demi Thita, SYL Mundur

 GUBERNUR PAN. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berbincang bersama Ketua DPP PAN Zulkfili Hasan di sela-sela pelantikan pengurus DPW PAN Sulsel di Hotel Grand Clarion, kemarin. Syahrul disebut sebagai Gubernur PAN. JUSUF WAHID/UPEKS

GUBERNUR PAN. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berbincang bersama Ketua DPP PAN Zulkfili Hasan di sela-sela pelantikan pengurus DPW PAN Sulsel di Hotel Grand Clarion, kemarin. Syahrul disebut sebagai Gubernur PAN.
JUSUF WAHID/UPEKS

Tidak Bertarung di Musda Golkar

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pernyataan mengejutkan dilontarkan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat membawakan sambutan di pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel di Hotel Grand Clarion, Rabu (3/8) kemarin. Syahrul mengisyaratkan tidak akan maju di Musda Golkar. Syahrul dalam sambutannya mengaku terganjal peraturan organisasi (PO) untuk kembali bertarung di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang rencananya digelar akhir Agustus ini.

“Saya terganjal PO. Makanya saya serahkan Thita untuk tetap berada di PAN,” sebut Syahrul. Syahrul pun memuji Partai Amanat Nasional yang dinilainya memiliki idealisme dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat. “Saya bangga disebut gubernurnya PAN. Makanya saya malu kalau tidak berhasil padahal saya didukung oleh PAN,” katanya. Menurut Syahrul, PAN memiliki kemampuan sejajar bahkan lebih dari partai politik lain.

Dia melihat, politisi PAN berbeda dengan politisi partai politik lain. “Negeri ini perlu politisi yang memiliki idealisme kuat dalam membangun bangsa. Dalam sebuah forum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APSI), PAN menjadi salah satu partai yang diperhitungkan,” ungkapnya. Dilansir sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengesahkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) Musda yang terkesan menjegal Syahrul untuk kembali memimpin beringin Sulsel.

Pasalnya dalam juklak Musda tersebut diatur soal larangan bagi ketua Golkar di suatu daerah memiliki istri atau anak yang jadi anggota partai lain. Sementara diketahui, putri Syahrul yakni Indira Chunda Thita tidak lain adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN). Terlebih, Thita yang juga pengurus Dewan Pimpinan Pusat PAN merupakan Legislator PAN di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Syahrul pun menegaskan tidak lagi mengejar jabatan dan memilih fokus sebagai Gubernur Sulsel yang tersisa dua tahun kedepan. “Biarkan saja mengalir. Saya sudah satu periode di Golkar, kemudian sebagai gubernur dua periode. Kita lihat saja siapa yang berkembang nantinya,” terang Syahrul saat kembali dimintai tanggapannya usai pelantikan. Tidak majunya Syahrul di Musda Golkar Sulsel tentunya akan membuka peluang bagi kader Golkar Sulsel lainnya, seperti Wakil Ketua DPD I HM Roem, Bendahara DPD I Ichsan Yasin Limpo, serta Agus Arifin Nu’mang.

Ketua DPD II Partai Golkar Maros, Husain Rasul mengatakan bahwa apapun arahan Syahrul maka itulah yang akan dijalankan. Hanya saja, dia tidak menampik diantara figur yang menguat sebagai pengganti Syahrul adalah Ichsan Yasin Limpo. “Memang hanya Pak Ichsan yang punya peluang besar menggantikan Pak Syahrul. Tapi saya tidak bisa memastikan apakah Musda nanti menggunakan sistem voting atau aklamasi. Semua tergantung DPP dan DPD I, serta arah dukungan DPD II,” jelasnya. (mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!