Maba Penghafal Alquran Bebas Biaya Kuliah – UPEKS
EDUKASI BUDAYA

Maba Penghafal Alquran Bebas Biaya Kuliah

 PEMBEKALAN. Sebanyak 220 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin angkatan 2013 mengikuti pembekalan dan pelepasan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, belum lama ini. SLAMET RIADY/UPEKS

PEMBEKALAN. Sebanyak 220 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin angkatan 2013 mengikuti pembekalan dan pelepasan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, belum lama ini.SLAMET RIADY/UPEKS

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) terus melakukan terobosan dalam meningkatkan kualitas mahasiswanya. Salah satunya membebaskan biaya kuliah bagi calon mahasiswa baru (Maba) yang memiliki kemampuan menghafal Alquran dan lolos masuk perguruan tinggi ini.

Hal itu diutarakan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Nuraeni Gani MM. Dia mengatakan UINAM menyiapkan beasiswa bagi penghafal Alquran yang berlaku bagi mahasiswa dari seluruh jurusan. “Beasiswa khusus ini berjalan selama lima tahun terakhir.

Untuk beasiswa bagi penghafal Alquran ini juga dibagi dalam tiga tingkatan berdasarkan jumlah hafalan,” jelasnya. Bagi mahasiswa yang memiliki hafalan 1-10 juz akan dibebaskan biaya kuliahnya selama dua semester.

Selanjutnya bagi penghafal sebanyak 11-20 juz akan dibebaskan sebanyak empat semester dan yang menghafal dari 21 hingga 30 juz akan dibebaskan selama delapan semester atau hingga lulus kuliah. Untuk mengetahui jumlah hafalan dari setiap mahasiswa, kata dia, pihaknya telah menyiapkan tim penguji yang tentunya memiliki hafalan tinggi.

“Pada penerimaan mahasiswa tahun lalu, kita memberikan sebanyak 10 beasiswa kepada para penghafal di sejumlah kategori. Kami memang memberikan sesuatu yang spesial karena memiliki kemampuan,” katanya. Sebelumnya, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pababari MS mengakui jika program studi (prodi) keislaman di kampusnya sepi peminat. Prodi dimaksudkan yakni Pengembangan Masyarakat, Ilmu Akidah, Perbandingan Mashab, dan Perbandingan Agama.

“Memang Prodi Islam saat ini termasuk non favorit dari calon mahasiswa yang mendaftar di UIN Alauddin Makassar,” jelasnya. Mengenai kondisi yang terjadi khususnya terhadap minat calon mahasiswa memilih prodi keIslaman, dirinya mengakui memang cukup wajar. Alasannya, kata dia, karena belakangan ini masyarakat khususnya para orang tua dan calon mahasiswa telah beralih dan berfikiran pragmatis. (fkr/mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!