OTOMOTIF

Sektor Otomotif Astra Menurun

AHM

Grup Astra mengalami penurunan kontribusi pendapatan bersih dari Toyota Sales Operations, setelah pelaksanaan restrukturisasi model distribusi dua tingkat (two-tiered). Presiden Direktur, Prijono Sugiarto, menyebutkan, profitabilitas mengalami penurunan disebabkan oleh turunnya kontribusi dari alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan otomotif. Pendapatan bersih konsolidasian Astra menurun 7% menjadi Rp 41,9 triliun, sementara itu laba bersih turun 22% menjadi Rp 3,1 triliun.

Nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp2.588 pada 31 Maret 2016, meningkat 3% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2015. Nilai kas bersih, di luar Grup Jasa Keuangan, mencapai Rp 3,1 triliun, dibandingkan nilai kas bersih pada akhir tahun 2015 sebesar Rp 1,0 triliun. Anak perusahaan Grup segmen Jasa Keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 42,0 triliun, dibandingkan dengan Rp 44,6 triliun pada akhir tahun 2015.

Kontribusi dari tiap segmen bisnis terhadap laba bersih konsolidasian Astra International pada periode ini seperti Laba bersih dari Grup bisnis otomotif menurun 3% menjadi Rp 1,6 triliun. Secara keseluruhan, permintaan otomotif melemah selama tiga bulan pertama tahun 2016, walaupun pengurangan diskon secara umum telah meningkatkan margin. “Grup Astra masih mengalami rendahnya permintaan otomotif dan lemahnya harga komoditas, serta penurunan kualitas kredit korporasi di Bank Permata.

Kondisi bisnis diperkirakan masih menantang,” ucap Prijono Sugiarto Presiden Direktur, Rabu (3/8/16). Katanya, penjualan mobil secara nasional menurun sebesar 5% menjadi 267.000 unit. Penjualan nasional mobil Astra menurun sebesar 7% menjadi 127.000 unit, dengan pangsa pasar turun dari 49% menjadi 48%. Grup telah meluncurkan dua model baru dan lima model revamped selama periode ini. Penjualan sepeda motor nasional menurun sebesar 6% menjadi 1,5 juta unit.

Penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) hanya mengalami sedikit penurunan menjadi 1,1 juta unit, sehingga pangsa pasarnya meningkat dari 68% menjadi 72%. AHM telah meluncurkan dua model baru dan tujuh model revamped selama periode ini. Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, mencatat penurunan laba bersih sebesar 8% menjadi Rp81 miliar, yang disebabkan oleh menurunnya kontribusi bisnis pasar pabrikan otomotif (OEM/ Original Equipment Manufacturer) karena meningkatnya biaya operasional. (nda)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!