OTOMOTIF

Xenia dan Ayla Jadi Tumpuan Daihatsu

JADI TUMPUAN.Astra Daihatsu Motor mengakui jika penjualan mobil komersial seperti pick-up sedang merosot. Penyebabnya lantaran pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Saat ini yang menjadi tumpuan ada pada Xenia dan Ayla.--SLAMET--

JADI TUMPUAN.Astra Daihatsu Motor mengakui jika penjualan mobil komersial seperti pick-up sedang merosot. Penyebabnya lantaran pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Saat ini yang menjadi tumpuan ada pada Xenia dan Ayla.–SLAMET–

Daihatsu IBT Optimis Hadapi Semester II

MAKASSAR, UPEKS.co.id — PT Astra Daihatsu Motor mengakui jika penjualan mobil komersial seperti pick-up sedang merosot. Penyebabnya lantaran pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Lesunya penjualan mobil komersial tersebut mempengaruhi penjualan Daihatsu Gran Max.

Saat ini yang menjadi tumpuan ada pada Xenia dan Ayla. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, menyebutkan, pasar komoditi saat ini sedang turun, berimbas pada pembelian kendaraan komersial ikut turun. Pada 2015 lalu, Daihatsu bisa menjual Gran Max sekitar 6.000 unit, sementara tahun ini hanya 4.000 unit. “Karena ekonomi terutama untuk komoditi turun, kalau dibanding tahun lalu, pasar komersial ini turun 40 persen. Ini besar sekali,” kata Amelia, belum lama ini.

Daihatsu, lanjut dia, tak memiliki strategi khusus untuk mendongkrak penjualan mobil komersial. Menurut dia, penjualan kendaraan komersial berkaitan dengan ekonomi rakyat. Artinya, apabila ekonomi rakyat lemah, maka penjualan kendaraan komersial juga cenderung menurun. “Sekarang kita paling banyak jualan Xenia, dulu kan Gran Max. Xenia dan Ayla itu sekarang volume maker-nya Daihatsu sekarang, Gran Max kalah,” kata dia.

Terpisah PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI DSO) Indonesia Bagian Timur (IBT), optimis menatap pasar otmotif semester II. Selama Januari hingga Juni lalu, seluruh deailer Daihatsu di Sulsel membukukan penjualan 3.938 unit atau 656 unit per bulan. Angka itu meningkat 3 persen dari capaian penjualan rata-rata 2015 lalu, yakni 635 unit per bulan. Kepala AI DSO IBT, Kroda Kalantara, mengatakan, penjualan Daihatsu di Sulsel khususnya pada periode April, Mei, dan Juni positif.

Juni bahkan bulan dengan penjualan tertinggi, yakni 854 unit. Bulan-bulan sebelumnya sekitar 500-600 unit. “Tren penjualan dalam empat bulan terakhir (April hingga Juni) akan mempengaruhi penjualan sampai akhir tahun nanti. Dalam periode itu pasar sudah terbentuk dan bisa menjadi gambaran,” ujar Kroda dala rilis data penjualan di kantor PT AI DSO Panakkuang, Jalan Pengayoman, kemarin.

Jika tren penjualan tersebut bisa bertahan sampai akhir tahun nanti, Daihatsu pun optimistis bisa mengejar pertumbuhan 10 persen pada semester II dari realisasi semester I. Dalam data penjualan Daihatsu di Sulsel terlihat bahwa segmen pikap diwakili Gran Max masih menguasai dengan share 52 persen. Selanjutnya Ayla (compact entry atau LCGC) 19 persen dan Xenia (Low MPV) dengan 16 persen. Daihatsu pantas yakin penjualan mereka akan meningkat.

Sebab, dalam waktu dekat brand otomotif asal Jepang itu akan meluncurkan produk baru. Produk baru yang akan meluncur pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan mengisi segmen celah Ayla dan Xenia. “Kalau ada produk baru konsumen pasti akan coba. Dengan begitu akan memberikan pengaruh kepada penjualan,” ungkap Kroda. Kepala Cabang AI DSO Urip Sumoharjo, Andyka Susanto, mengatakan, tren penjualan biasanya akan menurun setelah perayaan Lebaran Idulfitri.

Penurunan penjualan berkisar antara 12 hingga 40 persen dari jualan bulan sebelumnya. “Juli pasti turun tetapi diler pastinya tidak menginginkan penurunannya besar. Makanya, diler harus pintar mencari celah pasar,” ucap Andyka. Andyka yakin kondisi penjualan akan kembali membaik pada Agustus. Sebab, Agustus nanti akan ada GIIAS. Selain itu, kucuran anggaran pemerintah akan mengucur deras.(met)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!