Warga Kota Butuh Transportasi Massal – UPEKS
MAKASSAR CITY

Warga Kota Butuh Transportasi Massal

brt

Kota Makassar merupakan kota terbesar ke-4 di Indonesia dan setiap tahunnya penduduk urban kian bertambah. Untuk meminimalisir kemacetan, Makassar sudah saatnya beralih ke transportasi massal. Hadir Bus Rapid Transit (BRT) sebagai salah satu transportasi massal yang memadai.

Sayangnya, BRT belum mendapat dukungan positif dari Pemkot Makassar. Padahal, jika program Pemprov ini disambut pemkot maka angkutan bisa ditata secara baik. Pakar Transportasi Unhas, Prof Sakti Adji Adisasmita mengatakan, BRT di Makassar masih menggunakan jalur bus line.

Jalan yang sempit serta masih bersinggungan dengan angkot membuat BRT belum menjadi angkutan pilihan utama. “Frekuensi kehadiran bus juga belum terjadwal. Ditambah lagi kondisi halte yang kurang nyaman dan masih sangat kurang jumlahnya,” kata Sakti, Sabtu, 6 Agustus. Angkot memang tidak bisa langsung dihilangkan.

Tetapi bisa ditata dengan mengoneksikan keduanya. BRT dijadikan angkutan umum pada jalan utama sementara angkot menjadi pengumpang atau feeder. Pakar Transportasi UMI, Lambang Basri mengungkapkan integritas antara angkot dengan BRT harus maksimal.

Menurutnya, angkutan umum tidak boleh berada di wilayah yang sama dengan BRT. Jika terjadi, akan ada persaingan dan beban jaringan lalu lintas. “Petepete (angkot) sebaiknya beroperasi tidak boleh lebih dari 12 kilometer. Jadi, pete-pete melewati jalan bercabang, sementara busway (BRT) di jalan utama,” sarannya.

Rencana menjadikan angkot sebagai feeder jelas banyak mendapatkan penolakan dari sopir angkot. Arman, sopir tujuan Unhas-AP Petarani mengatakan rencana tersebut sangat tidak berpihak kepada mereka. “Masa kami hanya beroperasi pada lorong saja. Kami akan bersaing dengan bentor dan ojek itu sama saja akan membunuh kami,” keluhnya.

Kendati begitu, asal pemerintah serius dan punya konsep matang, maka pengaturan angkutan tetap bisa dilakukan. Makassar harus membenahi angkutan mulai saat ini, sebelum sistem transportasi kota makin buruk. (met/ris)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!