Delay 6 Jam, JCH Kloter 1 Akhirnya Berangkat – UPEKS
UTAMA

Delay 6 Jam, JCH Kloter 1 Akhirnya Berangkat

SEMPAT TERTUNDA. Setelah mengalami delay selama 6 jam lebih, JCH Kloter 1 embarkasi Makassar akhirnya berangkat dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 747, Selasa (9/8/10).

SEMPAT TERTUNDA. Setelah mengalami delay selama 6 jam lebih, JCH Kloter 1 embarkasi Makassar akhirnya berangkat dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 747, Selasa (9/8/10).

MAROS,UPEKS.co.id — Setelah mengalami delay selama sekitar 6 jam lebih, Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 1 embarkasi Makassar akhirnya berangkat. Dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 747, 455 JCH hingga pukul 16.45 Wita masih proses boarding dan persiapan take-off.

Kloter 1 JCH berangkat dari asrama Haji Sudiang pukul 15.35 Wita dengan menggunakan lima bus. Sebelumnya, Kloter 1 JCH terpaksa harus kembali ke Asrama Haji Sudiang. Pasalnya, pesawat yang sedianya mengangkut 455 JCH ini mengalami kerusakan.

Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I, Turah Ajiari menuturkan, berdasarkan jadwal harusnya JCH Kloter 1 berangkat pukul 09.55 Wita. “Delay karena alasan operasional pesawat, saat ini JCH sementara kembali ke asrama.

Sekarang sudah berangkat dengan pesawat yang sama,” katanya. Turah menambahkan, penerbangan dengan pesawat Garuda hanya delay bukan batal berangkat. Kerusakan yang terjadi pada pesawat, lanjut dia, karena ada masalah pada pintu emergency exit sehingga harus menunggu sparepart dari Jakarta dengan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 608. Selain itu, ada pertukaran satu JCH yang mestinya berangkat hari ini tapi bertukar dengan satu jamaah yang ada di Kloter 9.

Total JCH kloter 1 sebanyak 455 orang yang terdiri dari 300 jamaah wanita dan 155 pria. Jumlah jamaah dari Makassar 251, sedangkan dari Soppeng yang juga tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Makassar sebanyak 199 orang. Dikloter 1 ini, usia termuda jamaah yakni Cica Mariani (20) yang berasal dari kabupaten Soppeng, sedangkan usia tertua atas nama Abd Manaf (85) asal Makassar.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah (PPIH) Embarkasi Makassar Abdul Wahid Thahir, meminta pihak Garuda Indonesia agar menyiapkan second flight untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.”Atas kondisi ini kita berharap berkepada Garuda agar pesawata cadangan agar penerbangan berikutnya tidak terjadi masalah,” ujarnya. Kepala Kantor Kementerian Agama Susel ini, menyebutkan, Garuda menjadi delay kloter pertama tidak akan mempengaruhi pemberangkatan kloter dua asal Makassar, Pinrang dan Bantaeng Rabu (10/8/16), pukul 19.45 Wita.

Abdul Wahid mengatakan, awal kloter I dinilai Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia/KPHI (H Samidin Nasir, red) sebagai embarkasi terbaik dalam proses pemberangkatan. “Namun dengan kondisi delay ini kita tidak tahu posisi embarkasi Makassar berada diurutan keberapa lagi,” ungkapnya. Terkait kerusakan itu, Station Manager PT Garuda Indonesia Dwi Aryo mengatakan bahwa lampu navigasi kiri pesawat tidak menyala dan dan papan seluncur di pintu darurat tidak berfungsi dengan baik.

“Pressure papan meluncur tidak mengembang, tekanan udara yang kurang dari 300 psi,” kata Dwi di Aula Asrama Haji Sudiang, Makassar. PT Garuda menunggu suku cadang pada peralatan yang akan didatangkan dari Jakarta yang pukul 13.05 Wita. “Kami atas nama PT Garuda Indonesia mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. kami akan tetap menyediakan pelayanan yang maksimal dan menyediakan konsumsi selama penundaan,” katanya.

Sebelumnya, Wakili Gubernur (Wagub) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang secara simbolik melepas keberangkatan JCH Embarkasi Makassar ke tanah suci. Pelepasan CJH yang tergabung dalam Kloter I itu digelar di Asrama Haji Sudiang, Senin malam. Total JCH Embarkasi Makassar mencapai 11.986 terdiri atas 27 kloter. Sebanyak 450 CJH asal Kota Makassar dan Kabupaten Soppeng itu dijadwalkan terbang, Selasa (9/8/16) kemarin, dengan pesawat Garuda Indonesia Airlines GA 1101.

Jumlah 450 orang CJH itu berasal dari Kota Makassar sebanyak 251 orang CJH dan Kabupaten Soppeng sebanyak 199 orang CJH. Jika tak ada halangan, kloter 1 yang diberangkatkan kemarin, dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada 17 September 2016 mendatang. “Jaga kesehatan. Selama berada disana jangan bertindak sendiri-sendiri, saling koordinasi dan komunikasi baru mengambil keputusan untuk mengerjakan sesuatu,” pesan Agus.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menilai, petugas pemberangkatan JCH tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dimana visa para CJH dapat diselesaikan baik. Dibanding tahun sebelumnya proses perjalanan JCH Embarkasi Makassar sempat terganggu lantaran tidak selesainya visa beberapa jamaah. Menurut Agus, petugas pemberangkatan JCH tahun ini sudah bekerja dengan baik, terutama dalam hal kepengurusan Visa.

Dia berharap agar proses perjalanan JCH, baik di Indonesia maupun selama di Arab Saudi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selama dalam pesawat, Agus menyarakan petugas mengatur posisi tempat duduk para JCH dengan baik. “Jangan sampai ada CJH yang usianya sudah tua tetapi mendapat tempat duduk jauh atau dilantai atas, sehingga mereka yang berusia lanjut bisa kelelahan setelah naik dan turun dari pesawat,” katanya. (alf-eky/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!