PILKADA

Syahrul Ragukan Ichsan

BERI KETERANGAN. Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel, Ichsan Yasin Limpo memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai melakukan pertemuan dengan Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.

BERI KETERANGAN. Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel, Ichsan Yasin Limpo memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai melakukan pertemuan dengan Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.

Dapat Dukungan DPD II di Musda Golkar Sulsel

MAKASSAR, UPEKS — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel siap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada 27 Agustus mendatang. Dua nama yang dipastikan akan bertarung di Musda, kini mulai gencar mengejar dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar se Sulsel. Begitupula dukungan dari Syahrul Yasin Limpo yang kemungkinan besar tidak akan maju lagi untuk periode kedua memimpin Golkar Sulsel.

Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel, Ichsan Yasin Limpo, Selasa (9/8) kemarin, menemui Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo. Namun sebelumnya, Ichsan terlebih dahulu melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua DPRD Sulsel yang juga Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, HM Roem di Kantor DPRD Sulsel. Hasilnya, Ichsan dan HM Roem sepakat bertarung di Musda Golkar Sulsel. Setelah pertemuan itu, Ichsan bertolak ke Kantor Gubernur Sulsel guna menyampaikan niatnya kepada Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk bertarung di Musda nanti.

“Tapi saya harus izin dulu. Istilahnya mappatabe. Beda mappatabe dengan minta restu. Apalagi dia bukan cuma Ketua DPD, tapi kakak saya,” ungkap Ichsan. Adapun Syahrul, menurut Ichsan, sebagai Ketua DPD tidak punya hak melarang dirinya untuk bertarung di Musda Golkar Sulsel. Tapi sebagai saudara, Syahrul sejauh ini belum mengizinkan. Ichsan mengungkapkan, Syahrul masih meragukan dukungan dari sejumlah DPD II Golkar se-Sulsel, selaku pemilik suara dalam Musda Golkar Sulsel mendatang.

“Sehingga berikan saya kesempatan untuk mengecek dulu, apakah benar Anda dapat dukungan dari bawah atau tidak. Baik dari DPD II maupun sayap Golkar,” sebut Ichsan menirukan pernyataan Syahrul. Ichsan sendiri menegaskan kesiapannya bertarung di Musda Golkar Sulsel. Bahkan dia optimis bisa terpilih menggantikan posisi Syahrul di Golkar Sulsel. “Kalau secara pribadi, karena beliau (Syahrul) tidak maju, maka saya yakin kalau maju saya siap bertarung. Dengan izin Allah, mudah-mudahan saya bisa terpilih,” terangnya.

Mantan bupati Kabupaten Gowa ini menjelaskan, di Golkar dukungan itu tidak dalam bentuk pernyataan, melainkan harus berupa surat. Adapun calon ketua harus memenuhi 30% rekomendasi dukungan dari DPD II. “Saya yakin bisa dapat dukungan. Sampai saat ini, kalau yang menyatakan ke saya mendukung ada 16 DPD II. Tapi Pak Syahrul tidak yakin, jadi dia mau cek dulu,” katanya. Terpisah, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Musda itu merupakan sarana demokrasi. Untuk itu siapa saja punya hak maju (bertarung) sepanjang punya kapasitas dan bersyarat sesuai aturan yang ada.

“Saya kira Golkar sudah terbiasa dengan dinamika seperti Musda. Kita punya aturan baku, siapapun silahkan saja maju dan mau bertarung. Bentuk demokrasi itu bentuknya macam-macam, bisa dengan aklamasi atau voting, delegasi atau sejenisnya,” terang Syahrul. Menurut Syahrul, Golkar sebagai partai besar harus bisa menghitung semua langkah dengan baik. “Saya selalu melihat dari segi azas manfaat, baik untuk rakyat dan daerah, serta baik untuk bangsa. Politisi itu muaranya bukan untuk dirinya, tetapi untuk rakyat dan negara,” tuturnya. (eky/mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!