Polda Rilis Penyelundupan Sabu 10 Kg – UPEKS
MAKASSAR CITY

Polda Rilis Penyelundupan Sabu 10 Kg

BERI PENJELASAN. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan saat merilis pengungkapan penyelundupan narkotika jenis Sabu-sabu seberat 10 kilogram, Senin (15/8/16).

BERI PENJELASAN. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan saat merilis pengungkapan penyelundupan narkotika jenis Sabu-sabu seberat 10 kilogram, Senin (15/8/16).

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel merilis pengungkapan penyeludupan narkotika jenis Sabu-sabu seberat 10 kilogram dengan dua jaringan intenasional berbeda asal Malaysia selama Agustus 2016 di Mapolda Sulsel, Senin (15/8/16).

Pengungkapan penyunludupan sabu itu dirilis langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan. “Penangkapan pertama ditangkap 2 kilo di Pelabuhan Nusantara Pare-pare dengan dua tersangka masing-masing SY dan SD atas kejelian petugas,” kata Anton.

Usai mengungkap kasus pada 1 Agustus itu kata Anton, pengungkapan kembali dilakukan pada 10 Agustus atau berselang 9 hari kemudian. Dua penyelundup narkoba kembali ditangkap dengan barang bukti 8 Kg jenis sabu saat turun dari KM Bukit Siguntang, pelabuhan Nusantara Parepare.

“Polisi mencurigai penumpang berinisial SF yang membawa tas hitam. Saat diperiksa, pelaku beralasan lupa kunci. Karena dicurigai kemudian diperiksa dan alhasil tas itu berisi 8 Kg sabu,” ucap Anton dihadapan sejumlah wartawan. Anton Menuturkan, tim kemudian menangkap SF yang hendak lari dari pelabuhan setempat dan dilakukan pengembangan.

SF mengakui bersama rekannya JH sedang menunggunya di mobil untuk menuju Makassar. “Hasil dari pengembangan dua tersangka ini, tim kembali menangkap dua rekannya masing-masing TM dan AN. Dua tersangka pengembangan ini ditangkap di Makassar,” tuturnya mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini di Mapolda, kemarin.

Menurut pengakuan pelaku, barang haram tersebut dibawa dari Tarakan, Kalimantan Utara. Rencananya akan diedarkan di Kota Makassar dan Kota Kendari Sulawesi Utara. Selain itu, jalur distribusi bukan hanya dari Pelabuhan Nusantara, Parepare.

Namun juga dari Pelabuhan Rakyat Garongkong, Kabupaten Barru, kemudian pelabuhan Bone dan Pelabuhan Makassar. Namun sindikat narkoba ini lebih banyak diungkapkan dari Pelabuhan Nusantara Parepare.

“Dalam kasus ini ada dua jaringan Internasional dari Malaysia masuk dari pintu Nunukan. Dari pengembangan empat orang tersebut, pada kasus ini total ada 17 tersangka. Dua sipir Lapas Bolangi Gowa, dan napi Lapas yang mengendalikan peredaran narkoba tersebut,” sebutnya. (jay/ris)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!