PILKADA

Calon Ketua Golkar Sulsel Perebutkan 29 Suara

ahmad tanribali lamo

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Calon Ketua Golkar Sulsel Periode 2016-2021 bakal memperebutkan 29 suara di Musyawarah Daerah (Musda) nanti. Suara tersebut berasal dari DPD I, DPD II, organisasi masyarakat (Ormas) pendiri dan didirikan, organisasi sayap, dan Dewan Penasihat.

“Kalau ditotalkan secara keseluruhan ada 29 suara yang harus diperebutkan untuk tiap calon,” kata Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Golkar Sulsel, Kadir Halid di DPRD Sulsel, kemarin. Namun sebelumnya, tim verifikasi lebih dulu melakukan verifikasi terhadap calon yang akan maju di Musyawarah Daerah (Musda).

Tapi sampai saat ini tim panitia yang akan melakukan verifikasi belum juga terbentuk. “Saya heran, kok sampai sekarang belum ada pembentukan panitia. Bagaimana mau ada jadwal dan verifikasi terhadap calon,”jelasnya. Menurut dia, Musda bulan ini sudah seharusnya digelar.

Bagi Kadir siapapun yang terpilih tak ada masalah. Yang jelas dapat membesarkan partai ini kedepan. “Pak Syahrul masih bisa maju. Karena hingga saat ini beliau masih Ketua Golkar Sulsel,”katanya.

Diketahui, menjelang Musda ada lima kandidat akan berebut pucuk pimpinan Golkar Sulsel, mereka adalah, incumbent Syahrul Yasin Limpo (SYL), Bendahara DPD I Golkar Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL), Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Ketua DPRD Sulsel HM Roem dan Wakil Sekretaris Jendral Golkar Ahmad Tanribali Lamo.

Dari lima kandidat yang bertarung tersebut, empat kandidat di luar nama SYL, berupaya merebut pucuk pimpinan Golkar Sulsel, tujuannya tak lain untuk kepentingan Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP Golkar, Ahmad Tanribali Lamo mengakui tengah membangun komunikasi dengan DPP terkait penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar di Sulsel. Hanya saja, mantan Kepala Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Kementrian Dalam Negeri tersebut mengaku belum ingin bicara banyak sebelum SK sebagai Plt ketua diterimanya.

“Belum saya pegang SK, tetapi kalau komunikasi sudah ada dengan DPP,” kata Tanri melalui aambungan telepon, Jumat (22/7) lalu. Dia mengatakan, penunjukan dirinya sebagai Plt menggantikan Syahrul Yasin Limpo (SYL) bukanlah hal luar biasa. Dirinya disebut hanya sebatas menerima dan bekerja apa yang menjadi amanah partai.

Mantan Plt Gubernur Sulsel ini juga menolak berspekulasi terkait arah rekomendasi Golkar di Pilgub. Dia menyebut kalau persoalan Plt Golkar tidak berkaitan dengan urusan siapa yang akan mengendarai Golkar di Pilgub. (mah)

To Top