PILKADA

Uji Kelaikan Cabup Takalar

wabup takalar

SETELAH keluarnya surat keputusan yang ditandatangani Direktur Tata Negara Kemenkum HAM, Tehna Bana Sitepu tersebut, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sulsel langsung bergerak cepat menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Takalar tahun depan. PKPI Sulsel di bawah kendali Suzanna Kaharuddin dalam pekan ini akan menggelar fit and proper test atau uji kelaikan dan kepatutan terhadap bakal calon kepala daerah.

“Di Takalar sudah bisa fit and proper test pekan ini. Jadi sudah tidak ada masalah,” terang Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sulsel, Muhammad Arkam. Menurut Muhammad Arkam, tentunya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Takalar selaku penyelenggara Pilkada akan merujuk pada surat keputusan Kemenkum HAM dalam menentukan kubu mana yang sah mengusung bakal calon kepala daerah. “Tentunya kami tidak mengeluarkan rekomendasi kepada bakal calon yang mendaftar dan mengikuti tes di kelompok Takudaeng Parawansa,” terangnya.

Dilansir sebelumnya, sejumlah kandidat kepala daerah Kabupaten Takalar tidak ingin terlibat dalam konflik internal PKPI. Sebaliknya, kandidat tetap mengharapkan rekomendasi usungan PKPI. Wakil Bupati Kabupaten Takalar, HM Natsir Ibrahim misalnya. Dia mengaku tidak mengetahui adanya dualisme kepengurusan di Dewan Pengurus Provinsi (DPP) PKPI Sulsel. “Saya tidak tahu soal itu. Saya memang mendaftar di PKPI dan berharap mendapatkan rekomendasi,” ujarnya. Hal senada diutarakan bakal calon kepala daerah Makmur Mustakim.

Menurut Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar ini, PKPI pastinya tidak ingin menjadi penonton di Pilkada. Untuk itu, Makmur berharap konflik di internal PKPI Sulsel tidak berimbas pada rekomendasi usungan nantinya. “Jangan sampai karena dualisme PKPI batal mengusung. Padahal PKPI memiliki tiga kursi di parlemen,” tuturnya.

Makmur menyatakan jika PKPI dan PPP mempunyai visi yang sama dalam membangun daerah. Apalagi, dirinya berhasrat menyatukan kekuatan dua partai politik dimaksud. “Saya tidak mau mengomentari dualisme kepengurusan PKPI. Intinya, komunikasi masih intens saya lakukan sambil mengukur kekuatan. Kan tahapan sampai September,” terangnya. (mah)

To Top