EDUKASI BUDAYA

Legislator Demokrat Tolak Penerapan FDS

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Legislator Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Andi Endre Cecep Lantara menegaskan penolakannya terhadap penerapan full day school (FDS). Dia menegaskan bahwa untuk Sulsel FDS masih sulit telaksana. Menurut Anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat ini, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum FDS diterapkan.

Mulai dari kesiapan tenaga pengajar, sarana sekolah, serta anggaran untuk makan dan minum murid. “Saya rasa full day school belum layak diterapkan di Sulsel. Yang utama harus dipersiapkan adalah sarana dan anggaran makan minum murid,” terang Endre saat ditemui di depan ruangan Komisi E DPRD Sulsel, kemarin.

Diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan full day school (FDS) secara nasional dengan sistem piloting (percontohan). Staf Ahli Mendikbud Bidang Pendidikan Karakter Arie Budiman mengatakan, proyek percontohan FDS ini diterapkan mulai tahun pelajaran 2017/2018. Untuk merealisasikan rencana piloting FDS itu Arie mengatakan Kemendikbud telah melakukan serangkaian kegiatan. Di antaranya adalah konsultasi publik.

Kemudian menghimpun praktik baik (best practice) dari sekolah-sekolah yang telah menerapkan FDS. “Yang tidak kalah penting, Kemendikbud mengkaji penentuan kriteria sekolah sasaran piloting FDS itu,” paparnya. Menurut Arie agenda utama dalam penerapan FDS itu adalah untuk penguatan pendidikan karakter. Menurutnya isu ini bukan menjadi barang baru di sekolah-sekolah pada umumnya. Sebab Kemendikbud sudah menggulirkan pendidikan karakter sejak 2010 silam.

Isu pendidikan karkater lantas menjadi tema utama dalam Kurikulum 2013. Mantan kepala dinas pendidikan DKI Jakarta itu menjelaskan sampai sekarang Kemendikbud belum menetapkan jumlah sekolah sasaran implementasi piloting FDS. Terpisah Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan sinyal persetujuan untuk menerapkan sistem tersebut. Hanya, sistem FDS tidak akan langsung diterapkan ke semua sekolah se-Indonesia.

Pemerintah baru akan ujicoba di beberapa tempat. Di sela kunjungan ke Pondok Pesantren Modern Gontor kemarin (19/9), Presiden menyampaikan bahwa FDS merupakan penerjemahan dari instruksinya kepada Mendikbud. “Pendidikan terutama di SD dan SMP diberikan persentase yang lebih tinggi untuk pendidikan etika, budi pekerti, dan sopan santun,” ujarnya. Konsep FDS itu saat ini masih dimatangkan di Kemendikbud. Namun, nanti juga tidak akan langsung diterapkan menyeluruh. “Masih dicoba di satu, dua, tiga, empat provinsi terpilih,” lanjutnya. (mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
izmir escort ataköy escort izmir escort izmir escort buca escort ankara escort ankara escort beylikdüzü escort ankara escort çankaya escort keçiören escort Ankara escort Antalya escort bakırköy escort avcılar escort Pendik escort travesti porno izle antalya escort radyo dinle tv izle aydin escort zonguldak escort kutahya escort bahis siteleri canlı bahis manisa escort cankiri escort bursa escort samsun escort istanbul escort ankara escort pendik escort