Ramli Rahim: IGI Terus Gerakkan Literasi di Daerah – UPEKS
EDUKASI BUDAYA

Ramli Rahim: IGI Terus Gerakkan Literasi di Daerah

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mengatakan, IGI terus menggerakan literasi sekolah di daerah se-Indonesia.

Di Aceh saat ini umpamanya, ratusan guru dilatih membuat komik pembelajaran dan di bagian lain Aceh, guru dilatih menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

“Hari ini saya berhasil menjalankan tiga agenda sekaligus, bertemu manajer-manajer Samsung Indonesia membahas rencana peresmian Rumah Guru Belajar yang super canggih di Jl Gagak Makassar dan menuntaskan berbagai masalah program cicilan SAGUSATAB. Lalu bergerak ke BPDP Sawit di Imam Bonjol lalu meluncur ke Pandeglang, Banten yang ternyata lumayan jauh,” jelasnya melalui pesan whatsappnya, Senin (24/10/16)

Ramli menceritakan saat menggadiri kegiatan di Pondok Pesantren Ibnul Hamdi, “Kawan-kawan IGI sudah menunggu lama, mereka sedang menyelenggarakan Seminar Nasional Gerakan Literasi Sekolah. Berangkat dari Imam Bonjol Pukul 12.15, kami tiba di lokasi pukul 16.30 dan hampir bisa dipastikan saya harus mengganti tiket penerbangan dari pukul 20.55 menjadi 23.00 menuju Makassar,” terangnya.

Dia mengatakan, meski telah berlatih membuat komik pembelajaran sejak pukul 13.00 dan menerima materi tentang gerakan literasi sekolah, IGI Pandeglang tetap semangat. Apalagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang turut hadir memberikan support melalui sambutannya.

“Seperti biasa, saya membahas tentang mendidik guru membangun bangsa, lalu mengupas sisi-sisi kelemahan guru kita saat ini dan memberikan solusi, tapi inti dari semuanya adalah guru tidak boleh berhenti mengajar sehingga di IGI mengenal tekad Pantang Mengajar Jika Tidak Belajar,” ungkapnya.

Karena ini kegiatan pertama IGI Pandeglang, dia berharap  bukan kegiatan terakhir yang digelar oleh IGI Pandeglang, Banten.

“Saya meminta Ibu Nely Pori, Ketua IGI Pandeglang terus bergerak, minimal dua kali seminggu di Pandeglang ada upaya peningkatan mutu guru karena sebagai organisasi profesi, IGI harus konsen pada peningkatan mutu guru. IGI tak perlu berbicara soal kesejahteraan guru, karena kesejahteraan itu akan mengikut seiring dengan meningkatnya kompetensi guru dan jika guru-guru tidak meningkatkan kompetensinya secara mandiri maka konsekuensi dicabutnya tunjangan profesi guru akan menjadi kenyataan,” jelasanya.(and)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!