MAKASSAR CITY

Setop Manipulasi Data Pasar Sentral

MAKASSAR,UPEKS.co.id — PT Melati Tunggal Inti Raya diminta untuk berhenti memanipulasi data area komersial New Makassar Mall (Pasar Sentral). Persentase area komersial yang sebenarnya 33.81-35.76 persen.

Berdasarkan data yang dirilis LBH Unhas dari data pengukuran, area komersial yang masih didapat dijual untuk kepentingan pedagang kecil seperti, pedagang aksesori, cukup besar. Sebagaimana hasil perhitungan per lantai yang telah dilakukan. Ambil contoh basement.

Total area basement mencapai 10.270 meter persegi. 5260,1 meter persegi atau 51,22 persen merupakan area non-komersial. Selebihnya atau area komersial mencapai 5009,9 meter persegi atau 48,78 persen. Demikian pula dengan lantai dasar. Dengan total luas area 10.641 meter persegi, maka berdasarkan perhitungan tim teknis area komersial bisa mencapai 4.713,6 meter persegi atau 44,30 persen dan area non-komersial 5.927,4 meter persegi atau 55,70 persen.

Luas area komersial memang paling banyak ditetapkan di lantai 3A (lantai 4) dengan luas 9.645 meter persegi. Area komersialnya 5901,7 meter persegi atau 61,19 persen. Kemudian, lantai lima dengan luas 9645 meter persegi, maka area komersialnya 7206,6 meter persegi atau 74,71 persen. Berdasarkan data tersebut, tim Hukum Unhas memberi desakan agar PT MTIR segera merevisi harga kios Pasar Sentral.

Harga yang ditetapkan PT Melatitunggal Intiraya, harus berubah. Perbandingan antara hitungan area yang terjual telah diperlihatkan. Terbukti, hitungan MTIR soal area tersebut dianggap keliru oleh tim Unhas. “Kami sudah hitungkan nilai area yang menjadi daerah komersial di setiap lantai. Hasilnya bukan 19 persen seperti hitungan PT MTIR, melainkan 33.81-35.76 persen,” sebut Ketua LBH Unhas, Muh Hasrul. Bahkan dari hitungan resmi tersebut area komersial dianggap sangat rendah, jika dibandingkan dengan pusat perbelanjaan lainnya.

“Ini menjadi hasil hitungan kami. Sangat berbeda dengan data yang dikeluarkan MTIR. Data (MTIR) keliru,” tambahnya. Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal juga menilai mesti ada revisi yang dilakukan MTIR dalam penetapan harga. Nilai harga kios sangat besar sementara ukuran kios sempit. “Coba lihat kiosnya ada yang hanya satu meter. Tidak representatif untuk berjualan,” katanya. Direktur Operasional MTIR, Yusuf enggan berkomentar terkait pasar sentral. “Jangan dulu bicarakan itu. Nanti saja,” katanya saat dihubungi kemarin sore. (met/ris)

To Top