MAKASSAR CITY

Tahun Pariwisata, Anggaran Disparekraf Turun

Promosi Wisata ke Luar Negeri Dihapus

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Alokasi pagu anggaran untuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diprediksi menurun pada 2017. Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memprioritaskan pengembangan pariwisata pada tahun depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Hadijah Iriani Ridwan mengaku, anggaran yang berkurang di Disparekraf memang menimbulkan pertanyaan. “Tadi ada pertanyaan juga dari pembahasan bahwa kenapa tahun pariwisata justru anggaran pariwisata berkurang,” ujar Iriani, Kamis (10/11/2016).

Menurut Iriani, anggaran pengembangan sektor pariwisata tidak hanya melekat di dinas terkait atau Disparekraf. Tetapi, pengembangan pariwisata melibatkan semua stakeholeder lingkup Pemkot Makassar. Pelibatan semua stakeholder guna menunjang kenyamanan wisatawan di Makassar.

Pemkot memperhatikan mulai dari sisi kesehatan, transportasi, keamanan dan aspek lain. “Jadi, wisata kota-lah, mewujudkan kota kelas dunia yang nyaman untuk semua sehingga pemkot bisa meraup devisa dari pariwisata,” katanya.

Dia menambahkan, pembahasan APBD 2017 Makassar kembali dibahas di DPRD Makassar pada hari ini. Secara terpisah, Kepala Disparekraf Makassar, Rusmayani Madjid membenarkan penurunan anggaran Disparekraf. Disparekraf kebagian dana Rp23-25 miliar pada tahun depan. “Sedangkan untuk tahun ini sekitar Rp31 miliar,” kata Rusmayani.

Lanjutnya, pengurangan anggaran berdampak pada penghapusan kegiatan promosi wisata ke luar negeri. Misalkan pada tahun ini, Disparekraf melakukan promosi di Spanyol. “Promosi luar negeri dari APBD dihapus sama sekali,” katanya.

Menurutnya, anggaran ideal yang dibutuhkan mencapai Rp40 miliar. Total anggaran itu sesuai usulan Disparekraf untuk tahun depan. Alhasil, anggaran promosi wisata mengalami stagnan. Anggarannya Rp5 miliar atau masih sama dengan tahun ini. Anggaran 2017 akan dibagi di bidang Disparekraf, seperti untuk sekretariat, promosi, pengembangan usaha pariswisata, pembinaan sumber Daya pariwisata dan pengembangan seni dan budaya. “Anggaran promosi direncanakan sama dengan tahun ini yang totalnya Rp5 miliar,” katanya.

Kendati demikian, Rusmayani menunggu perkembangan pembahasan anggaran di dewan. Bisa saja, ada yang mengusulkan jika menganggap pentingnya kegiatan promosi. Rusmayani pun berupaya memaksimalkan pengembangan pariwisata Makassar dengan anggaran yang ada. (rul/ris)

To Top