PILKADA

Golkar Target 14 Kepala Daerah

Nurdin Klaim Indah Segera Bergabung

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pengurus Golkar yang menyandang status kepala daerah sejauh ini sebanyak sembilan orang. Sesuai target, Golkar Sulsel sisa melobi lima kepala daerah untuk diajak bergabung. Wakil Bendahara Partai Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah menjelaskan bahwa untuk memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, maka partai berlambang beringin harus menguningkan 14 kepala daerah.

“Targetnya seperti itu. Minimal 14 kepala daerah harus bergabung di Golkar,” terang Rusdin di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Jeneponto. Sekadar diketahui, kepala daerah yang merupakan pengurus Golkar antaralain; bupati Kabupaten Gowa sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Ketua Partai Golkar Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, bupati Pangkep yang juga Ketua Golkar Pangkep Syamsuddin A Hamid, dan Walikota Parepare yang juga Ketua Golkar Kota Parepare Taufan Pawe.

Kemudian bupati Kabupaten Soppeng Andi Kaswadi Razak, bupati Kabupaten Wajo Burhanuddin Unru, bupati Kabupaten Bone Andi Fahsar Padjalangi, bupati Kabupaten Luwu Andi Mudzakkar, bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar, serta wakil bupati Kabupaten Takalar Natsir Ibrahim. Adapun kepala daerah yang menjadi target Partai Golkar, yakni bupati Kepulauan Selayar Basli Ali, walikota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto, bupati Kabupaten Barru Suardi Saleh.

Bupati Kabupaten Enrekang Muslim Bando, bupati Kabupaten Tana Toraja Nicoa Biringkanae, bupati Kabupaten Luwu Timur Thoriq Husler, serta bupati Kabupaten Luwu Utara Indah Putri Indriani. Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid mengklaim bahwa bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dalam waktu dekat akan bergabung dengan Partai Golkar. Bahkan Nurdin mengaku sudah beberapa kali melakukan komunikasi kepada bupati perempuan pertama di Sulsel itu.

“Ibu Indah juga akan bergabung. Baru-baru ini sudah pernah bertemu dan membicarakan soal itu, “ujar Nurdin Halid saat ditemui di Warkop Sija, Jumat (9/12) kemarin. Lebih jauh, Nurdin mengatakan, Indah yang tidak lain adalah Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara ini sudah melakukan komunikasi sejak lama. “Ibu Indah, itu sebelum saya Plt sudah datang ke rumah silaturahmi. Itu sebelum jadi bupati dan sesudah jadi bupati,” terangnya.

Nurdin Halid mengungkapkan, sejumlah kepala daerah yang bakal mengenakan almamater kuning atas permintaan sendiri. Sebab menurutnya, secara pribadi dirinya belum pernah sekali pun melakukan pendakatan, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kepala daerah di Sulsel. “Ya Alhamdulillah melihat sekarang ini kinerja DPD I. Jangankan bupati, yang mantan bupati saja kemudian senior-senior dulu berbondong-bondong mau masuk kembali ke Golkar,” tambahnya.

Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai pun mengaku kemungkinan Indah bergabung dengan Partai Golkar. “Semua orang bisa masuk Golkar. Banyak yang mau masuk Golkar, cuma ketika Nurdin Halid dapat masukan seperti itu, beliau akan bawa ke rapat untuk dibahas. Memang ada hak prerogatifnya, cuma treakhir itu,” ujarnya. Indah memang disebut-sebut dipersiapkan untuk menakhodai Partai Golkar di Lutra.

Bahkan info yang beredar, salah satu alasan belum dijadwalkannya Musda Golkar Lutra sebab menunggu kepastian Indah untuk dapat bertarung dalam Musda nanti. Sebelumnya, Direktur Nurani Institute, Nurmal Idrus memprediksi persentase majunya Nurdin Halid di Pilgub yakni sekitar 70%. Kemudian kemungkinan tidak maju hanya berkisar 30%. Tetapi, sambung Nurmal, hal itu juga dipengaruhi seberapa besar dukungan kepala daerah yang berstatus Ketua Partai Golkar.

“Kalau ada 12 kepala daerah yang memberikan dukungan, saya rasa Pak Nurdin akan maju. Tapi kalau di bawah itu, bisa saja dia menyerahkan dukungan Partai Golkar ke figur lain,” jelasnya. Makanya, menurut Nurmal, jangan heran jika Nurdin Halid terkesan agresif di kepengurusan Golkar tingkat DPD II. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas Nurdin Halid menjelang Pilgub. “Saya rasa Pak Nurdin sadar dengan hal itu. Makanya dia menguji infrastruktur Golkar di daerah melalui Musyawarah Daerah (Musda),” katanya. (mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!