Gubernur, Kapolda & Danrem 142 Kunjungi Mamasa – Upeks.co.id
IMG-20170130-WA0037
SULSEL MEMBANGUN

Gubernur, Kapolda & Danrem 142 Kunjungi Mamasa

MAMASA, UPEKS.co.id — Pejabat Gubernur Sulbar, Irjen Pol Drs Carlo B Tewu,
Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs Nandang MH. & Danrem 142/Tatag Kol Inf Tandyo Budy R secara bersamaan mengunjungi Kab Mamasa.

Rombongan dari ketiga pejabat Sulbar ini, tiba di Mamasa pada Rabu (11/1) malam, disambut dan diterima di Rujab Bupati Mamasa.

Pada hari Kamis (12/1) bertempat di Ruang Pola, Forkopimda Sulbar ini menggelar tatap muka dengan Muspida Kab. Mamasa, Pejabat struktural esalon II dan III lingkup Pemkab Mamasa, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh adat.

Dalam acara tatap muka ini, Bupati Mamasa H Ramlan Badawi MH, dalam sambutannya menyampaikan gambaran umum kondisi Kab. Mamasa.

Lanjut Bupati Ramlan di hadapan Muspida Sulbar,”Jika Kabupaten Mamasa perlu mendapatkan perhatian khusus karena Mamasa masih sangat butuh semua akses pembangunan, terutama infrastruktur jalan, telekomunikasi, kesehatan yang membutuhkan campur tangan Pemprov,” minta Bupati.

Pejabat Gubernur Sulbar, Irjen Pol Drs Carlo B Tewu, dari Kemenko Polhukam RI di dalam sambutannya lebih menekankan kepada efektivitas pemerintahan, Ia mengontruksikan ASN harus disiplin terutama pada jam kerja.

“ASN tidak boleh korupsi waktu,” tegas Carlo.

Sekaitan dengan Pilgub, Carlo menekankan netralitas ASN karena yang memihak akan diperkarakan dan di Sulbar kasus sudah dilaporankan dan sudah diproses “Ada indikasi ASN dan Kades tidak netral,”tegas Carlo.

Ia juga berharap agar masyarakat umum didisiplinkan, terutama pada penegakan Perda karena selama ini dianggap lemah, banyak Perda yang hanya dibuat tapi dilanggar

Di penghujung sambutannya, Gubernur mengajak Bupati Mamasa untuk menjadi agen perubahan, walau dirinya memberi apresiasi pertumbuhan ekonomi karena angkanya Di atas angka nasional tapi persoalan angka kemiskinan harus segera turun karena angka tersebut masih tinggi dibanding angka nasional.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs Nandang MH, mengatakan Mamasa yang berada di gunung harus dijaga.

“Mamasa adalah miniatur Republik Indonesia. Kebhinekaan di daerah ini sangat nampak, dan inilah modal untuk menangkal radikalisme dan terorisme,” kata Kapolda.

Hal lain yang mendapat sorotan Kapolda adalah pelayanan publik, menurutnya konflik persoalan tanah  yang sudah banyak terjadi. Hal tersebut diawali dari Kades, sering membuat surat keterangan kepemilikan tanah dengan satu objek dengan pemilik lebih dari satu orang yang berdampak pada terbitnya sertifikat ganda oleh BPN yang akhirnya berujung pada konflik.

Sementara Danrem 142/Tatag, Kol. Inf. Tandyo Budy. R lebih banyak berbicara pada tugas tambahannya terkait Ketahanan Pangan Nasional,”Kami dapat tugas tambahan mencetak sawah sawah termasuk di Mamasa,”urai Tandyo.(Leo)

Click to comment
To Top