Pemerintah dan Rumah Sakit Cuek – UPEKS
UTAMA

Pemerintah dan Rumah Sakit Cuek

Mengungkap Bahaya Limbah Medis di Sulsel

Pengelolaan limbah medis di Provinsi Sulsel terbilang masih sangat rawan. Sedikit saja keteledoran dalam mengelolanya akan berdampak menjadi penyakit bagi masyarakat.

Laporan: Muh. Aking
————————–
Makassar

Pasalnya, limbah medis termasuk katergori limbah bahan berbahaya dan Beracun (B3). Sehingga dalam proses kegiatan pemusnahannya pun sangat ketat.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel, Andi Hasbi Nur, pengelolaan limbah B3 dibedakan dengan limbah non B3, seperti sampah domestik yang langsung dibuang ke TPA dan dikelola langsung pemerintah atau masyarakat.

“Khusus limbah B3, semua kegiatan mulai dari pengangkutan, penyimpanannya, pemusnahan, pengelolaan, sampai pemanfaatannya harus punya izin,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, jika limbah B3 akan diangkut dari rumah sakit ke Pelabuhan, hanya boleh dilakukan oleh kendaraan yang punya izin angkutan khusus limbah B3. Artinya, semua prosesnya ketat dan perizinannya spesifik.

“Sebenarnya pengelolaan limbah medis menjadi persoalan kita di Sulsel, bahkan nasional. Sebab fasilitas umum untuk pemusnahannya belum ada, artinya insenerator yang bersifat umum untuk dimanfaatkan rumah sakit, belum ada,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Andi Hasbi, rumah sakit di Sulsel yang memiliki insenerator masih terhitung jari. Itu pun izinnya diperuntukkan khusus untuk memusnahkan limbah B3-nya sendiri.

“Seperti RS Pendidikan Unhas dan RS Wahidin, insenerator mereka itu sudah berizin. Tetapi hanya untuk memusnahkan limbah B3 RS itu sendiri. Ini masih jadi masalah. Karena rata-rata RS di Sulsel belum memiliki insenerator,” ujarnya.

Sebenarnya, terang Hasbi, tahun 2016 lalu, beberapa RS di Sulsel memang diberi bantuan pengadaan insenerator dari Kemenkes, hanya saja pengadaannya tidak diarahkan untuk mengacu pada syarat yang ditentukan KLH.

“Artinya mereka tetap beli insenerator, tetapi banyak yang tidak memenuhi syarat. Misalnya, suhunya harus minimal 800 celcius, ini kebanyakan yang beli di bawah 800 celcius. Sehingga ini tidak bisa dimanfaatkan karena tidak ada izinnya. Izin bisa keluar kalau dia memenuhi syarat,” jelasnya.

Dengan kondisi itu, selama ini dominan RS terpaksa memusnahkan limbah B3 di daerah Jawa. Sebab disana, sudah ada pihak swasta yang menyiapkan fasilitas itu untuk dimusnahkan. “Makanya cost untuk memusnahkannya cukup mahal, antara Rp30 ribu sampai Rp45 ribu per kilo. Limbah B3 kita di Sulsel cukup besar,” katanya.

Tahun ini, pihaknya mengaku sudah mendapat bantuan hibah pengadaan insenarator dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Lokasinya pun sudah ada, yakni dalam kawasan industri Makassar (KIMA). “Perencanaan kita khusus kawasan Mamminasata yang harus prioritas kita layani, karena rumah sakit paling banyak ada pada wilayah itu.

Rencana selanjutnya, kita akan buat region untuk tiap insenarator. Dalam waktu dekat akan kita mou untuk proses hibahnya. Tetapi paling cepat pertengahan tahun ini, karena kan butuh proses tender juga. Insya Allah, 2018 sudah beroperasi,” ungkapnya.

Dikatakan Hasbi, dengan adanya fasilitas insenerator akan membuat pengeluaran RS untuk pemusnahan limbah B3 jauh lebih murah. Misalnya dari Rp45 ribu per kilo menjadi Rp15 ribu per Kg, bahkan jika RS memiliki angkutan sendiri bisa turun menjadi Rp10 ribu per Kg.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebelumnya, menegaskan, selama ini masalah lingkungan merupakan salah yang menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, sudah ada beberapa program pemerintah yang muaranya untuk lingkungan.

Menurutnya, semua program yang sudah dilakukan kemudian mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa pemberian penghargaan.

“Tetapi kan penghargaan itu hanya bagian dari imbas suatu proses yang sudah kita lakukan. Penghargaan ini penting sebagai bagian dari harga diri, gengsi dan ada nilai yang tidak bisa dihitung oleh materi,” katanya.

Keberhasilan berbagai pihak dalam meraih penghargaan pada bidang lingkungan, menurut Syahrul, semakin memperjelas bahwa pembangunan di Sulsel berjalan berkat kerja keras semua pihak.(eky/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!