Riska, Siswa Berprestasi Hidup Sebatangkara di Bulukumba – Upeks.co.id
SULSEL MEMBANGUN

Riska, Siswa Berprestasi Hidup Sebatangkara di Bulukumba

Jalan Kaki Sejauh 4 Km ke Sekolah

BULUKUMBA, UPEKS.co.id — Seorang siswi MTs Negeri Bontontanga, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Riska Syam (15) kedatangan sejumlah tamu penting disekolahnya, Rabu (11/2/17).

Tamu tersebut adalah, Christ Thamrin, dia dikenal seorang pengusaha dermawan keturunan Tionghoa yang sudah puluhan tahun menetap di Kabupaten Bulukumba.

Selain itu, anak dari pasangan Suami Istri, Syamsuddin- Nirma ini, juga kedatangan tamu penting yang datang bersama Christ Thamrin, yakni, Kepala Kemenag Bulukumba H Muh Rasbi, Kepala Kesbangpol Bulukumba Andi Mappaita.

Kedatangan mereka, menemui sekaligus memberikan motivasi dan bantuan kepada Riska.

Kenapa Riska mendapatkan kejutan dari pengusaha itu, berikut ulasannya;

Ada yang berbeda dengan sosok Riska yang kini duduk dibangku kelas III dibanding dengan siswa- siswi sebaya di sekolahnya.

Pasalnya, Riska terpaksa harus hidup sebatangkara tinggal dirumahnya sendiri tanpa didampingi kedua orangtuanya.

Informasi yang dihimpun Upeks dilokasi, Riska yang berhasil di Wawancari Wartawan Upeks disekolahnya usai menerima bantuan Sepeda dari Pengusaha Christ Thamrin yang juga Owner Mitra Elektronik dan Meubel Bulukumba, sedikit malu dan wajah menunduk.

Riska menceritakan, kedua orang tua Bapak dan Ibu Riska saat ini masih hidup, namun kedua orang tua Riska sudah cerai. Bapak dan Ibu Riska saat ini masing- masing sudah menikah, dan bekerja di Malaysia.

Riska mengaku ditinggal kedua orang tuanya ke Malaysia sejak memulai masuk Mts (sederajat SMP) di kampungnya.

Untuk biaya hidup, Riska biasa mendapat belas kasihan dari tetangga rumahnya, termasuk neneknya yang tak tinggal serumah dengannya. Rumah Riska yang dia tinggali saat ini terbuat dari rumah panggung.

“Kalau biaya makan, saya nikmati apa yang ada, biasa nenekku kasihka uang, biasa juga tetanggaku kasihka makanan Pak. Mamaku juga biasa kirim uang sebesar Rp300ribu selama dua bulan, tapi kadang juga terlambat mengirim uang,” ungkap Riska.

Saat ditanya, kesekolah naik apa, Riska menjawab, hanya berjalan kaki sekitar 4 Km dari rumah ke sekolahnya. Itu dilakukannya mulai pertama masuk sekolah di MTs Negeri Bontotanga hingga sekarang.

“Saya hanya berjalan kaki sekolah kak, bagi saya biar tidak ada orang tua saya tetap semangat belajar Kak, karena prinsip hidup saya menjadi orang sukses,” ujar Riska

Riska yang bercita- cita sebagai guru ini mengaku, saat pulang sekolah dirinya biasa membantu pengurus Masjid untuk bersihkan Masjid didekat rumahnya, bahkan biasa pergi kekebun neneknya.

“Saya bersihkan Masjid bukan mengharapkan imbalan dari pengurus Masjid Kak, saya ikhlas membantu pengurus Masjid,” jawabnya sungguh mulia.

Sontak Riska meneteskan air mata saat ditanya, begaimana perasaan tinggal sendiri dirumah tanpa orang tua dirumah.

Prestasi; Riska sering dapat Rangking dikelasnya.

Plt.Kepala Mts Negeri Bontotanga, Drs. H.Arifin Nur mengatakan, Riska adalah sosok siswa pintar disekolahnya, prestasi Riska sering mendapat rangking 1 dan 2 dikelasnya.

“Saya terharu melihat perjuangan dan semangat Riska kesekolah, dia hanya berjalan kaki kesekolah, kedua orang tuanya berada di Malaysia. Kini Riska tinggal sendiri dirumahnya,” ungkap H Arifin.

Sementara itu, Pengusaha Christ Thamrin adalah orang pertama mengetahui, menemui dan memberi bantuan satu unit Sepeda kepada Riska disekolahnya.

Sepeda ini diberikan sebagai kejutan atau hadiah untuk dipakai Riska kesekolah, agar tak berjalan kaki lagi sejauh 4 Km saat pergi kesekolahnya.

Dihadapan siswa- siswi MTs Negeri Bontotanga, Christ Thamrin menyampaikan dan memberikan motivasi kepada suluruh siswa agar senantiasa belajar dengan tekun, dan tetap bersabar menghadapi yang namanya prinsip hidup.

“Saya dulu pernah menjadi orang kecil, dan pernah juga susah. Sebelum saya menjadi pungusaha sukses di Bulukumba, saya beranikan pinjam modal usaha kepada teman. Kalau mau jadi pengusaha sukses, jangan bilang tidak ada modal, itu salah. Semua orang bisa jadi pengusaha yang penting harus yakin dan sabar. Untuk itu, saya himbau agar generasi muda harus ciptakan lapangan kerja.

Dia juga mengungkapkan, sebelum menjadi pengusaha sukses di Bulukumba, dirinya pernah berlajar menjadi pengusaha dari nol.

“Saya dulu tidak apa- apaku, saya mulai dari nol. Belajar jadi pengusaha, sy pinjam uang, kalau tidak cukup saya minta tambah. Kuncinya modal kepercayaan harus kita pegang. Kita ini sama, meskipun kita berbeda agama, kita semua sama, saya bukan orang Cina, kita semua sama,” ungkap Christ Thamrin. (sufri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top