PIP Makassar- Pemprov Maluku dan Uversitas Pattimura Teken MoU – UPEKS
EDUKASI BUDAYA

PIP Makassar- Pemprov Maluku dan Uversitas Pattimura Teken MoU

 

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Pemprov Maluku dan Universitas Pattimura, teken MoU untuk pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat, di Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (8/1/17).

Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) ini, dilakukan Direktur PIP Makassar Ahmad Wahid, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Hamin Bin Thahir dan Rektor Universitas Pattimura, Prof M.J. Saptenno.

Turut menyaksikan Penandatanganan MOU tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahyu Satrio Utomo.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di daerah berkesenjangan dan menjadi salah satu bentuk upaya Kementerian Perhubungan dalam menjawab tingginya kebutuhan tenaga handal di sektor transportasi.

Sekaligus merupakan realisasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2012 tentang SDM di Bidang Transportasi.

Sebagaimana diketahui bahwa PIP Makassar pada tahun 2017, akan mengadakan Diklat Vokasi atau Keterampilan di bidang pelayaran untuk 500 orang masyarakat Provinsi Maluku.

“Diharapkan akan memperkuat SDM Pelaut di Wilayah Timur Indonesia, khususnya du Provinsi Maluku, ” kata Kepala Sub Bagian Umum PIP Makassar, Syahrir Rasyid, Rabu (8/2/17).

Diklat Pemberdayaan Masyarakat bagi warga Provinsi Maluku tersebut, akan dilaksanakan secara bertahap menjadi empat gelombang, yaitu Gelombang I (9 Februari 120 orang), Gelombang II (14 Februari 120 orang), Gelombang III (21 Februari 120 orang) dan Gelombang IV 140 orang).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo menyampaikan bahwa diklat vokasi ini akan berlangsung selama 15 hari. Para siswa diklat akan mendapatkan 3 sertifikat yaitu Basic Safety Tarining (BST), Advance Fire Fighting (AFF), Security Awareness Management (SAT) ditambah buku pelaut.

Bermodalkan itu, lanjutnya, mereka bisa langsung bekerja di kapal sebagai anak buah kapal (ABK) dan selanjutnya mereka bisa melanjutkan pendidikan lagi untuk mendapatkan ijazah lautnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan pesan agar para lulusan diklat vokasi yang ditujukan untuk masyarakat dengan pendidikan minimal SLTP ini, nantinya dapat bekerja sebagai awak kapal pelayaran rakyat di Maluku dan sekitarnya.(Jay)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!