Pameran Atasi Backlog Perumahan – Upeks.co.id
GELIAT INVESTASI

Pameran Atasi Backlog Perumahan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Padatnya pertumbuhan penduduk di Kota Makassar, membuat selisih pasokan dan permintaan rumah (backlog), terus meningkat. Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, backlog perumahan saat ini mencapai 500 ribu.

Ketua DPD REI Sulsel, Arif Mone menuturkan kesenjangan tersebut dapat diatasi dengan berbagai strategi. Salah satunya melakukan pameran.

“Baru-baru ini kita melakukan pameran di trans studio menggandeng beberapa pengembang. Transaksinya selama acara itu capai sekitar Rp 100 M,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, kegiatan pameran dapat menggerakkan minat masyarakat untuk membeli rumah. Arif juga mengatakan, total target program sejuta rumah di Sulsel sebanyak 20 ribu unit. Target tersebut baru terealisasi 9 ribu unit hingga Oktober 2016 lalu.

Jika program Bazar Perumahan seperti yang dilakukan sukses memasarkan tiga ribu unit rumah, kata dia, maka angka backlog perumahan di Sulsel yang mencapai 500 ribu unit, makin menipis.

“Kegiatan ini akan jadi agenda tahunan. Sudah ada REI di beberapa provinsi yang mengikuti. Meskipun pada waktu pameran kita prediksi lampaui target. Karena kalau yang pameran seperti itu biasanya setelah pameran baru banyak yang berdatangan lagi,” tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berjanji akan memperbaiki infrastruktur di kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).

Menurut Syahrul, pemerataan infrastruktur harus segera dilakukan. Harapannya kota baru Mamminasata dapat berkembang lebih cepat. Pengembang pun makin mudah membangun kawasan pemukiman. “Saya akan menggenjot infrastruktur di Mamminasata pada sisa pemerintahan ini,”ungkapnya.

Menurutnya, akan ada jalan tol dibangun di kawasan Barombong menuju Kabupaten Takalar. Jalan tol tersebut bisa mengurai arus lalulintas ke kawasan Tanjung Bunga jika ingin ke Makassar.

Jika proyek ini jalan, dapat membantu pemerataan kawasan hunian hingga ke Galesong dan Barombong. Memang harapan Sulsel ada di sektor properti. “Perumahan itu mewakili puluhan sektor lainnya. Material bisa bangkit, apalagi tenaga kerja yang terserap cukup banyak,” pungkasnya. (nda/mah)

Click to comment
To Top