Zarindah Prioritaskan Tetangga Makassar – UPEKS
GELIAT INVESTASI

Zarindah Prioritaskan Tetangga Makassar

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Zarindah yang dikenal sebagai ahli spesialis rumah subsidi akan menyasar lima lokasi pembangunan rumah subsidi untuk pengembangan baru.

Pengembangan baru meliputi Puri Zarindah Madani di Kabupaten Maros, perumahan Permata Nirwana Zarindah di Kabupaten Bantaeng, lanjutan Permata Zarindah Bulukumba, lanjutan Graha Jannah Zarindah Palopo, dan pengembangan di Parepare.

Pemimpin Wilayah Zarindah 1 Group, Fauziah, mengatakan rencananya, secara total di lima lokasi itu akan dibangun sebanyak 1.500 unit rumah.

“Kita setiap tahun tingkatkan target total rumah yang akan dibangun tiap tahunnya. Itu karena kebutuhan akan rumah juga kami prediksi kedepan akan meningkat terus,” ucapnya.

Fauziah menyebutkan angka yang dibangun di tahun ini lebih besar dari target sebelumnya 1.000 unit sepanjang tahun 2016. Hingga saat ini penjualan rumahnya mencapai sekitar 80% atau sekitar 800 unit.

Untuk target 2017 sendiri, sebenarnya menyebar di 14 pengembangan lama dan akan disumbang lima pengembangan baru di sejumlah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Kami akan membangun rumah subsidi di 19 lokasi perumahan. Lima di antaranya adalah pengembangan baru,” jelasnya.
Saat ini pihaknya mengaku akan membangun mayoritas ke daerah yang berdampingan dengan Kota Makassar. Meskipun dia tak mengelak juga akan fokus ke daerah yang cukup berkembang perekonomiannya.

Sementara, Pemimpin Wilayah 2 Zaridah Group, Andi Rizaldi Iskandar, menambahkan lima pengembangan baru tersebut saat ini tengah direalisasikan.

“Jadi saat ini kami sementara mengurus lahan yang dimatangkan, ada yang sisa konstruksinya dan tahap pembangunan. Dan ada juga tahap awal 2027 sudah siap di jual,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan rumah subsidi tidak begitu lama karena pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah yang menyiapkan rumah subsidi dalam keadaan ready stock.

Untuk harga sendiri, ia akan menyesuaikan dengan harga ketetapan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera). “ Tahun 2016 lalu Rp125,5 juta dan naik menjadi Rp129 juta tahun depan,” ujarnya.

Ia pun tak menapikkan meski fokus membangun rumah murah, pihaknya tetap punya penawaran rumah komersil ukuran kecil dan menengah yang siap ditawarkan untuk masyarakat. (nda/mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!