Menaklukkan Nasib – Upeks.co.id
TAMU EKSPRES

Menaklukkan Nasib

 

Prof. Dr. H. Jasruddin Daud M.Si, Direktur Program Pascasarjana UNM

SUKSES bukan hadiah, melainkan hasil usaha dan kerja keras. Seperti kesuksesan yang diraih Prof Dr H Andi Jasruddin Daud MSi butuh perjuangan.

Anak seorang petani miskin di pedalaman Sulawesi Selatan (Sulsel) yang hidup berpindah- pindah sejak masih berusia 7 bulan. Berjuang menantang tingginya ombak Danau Matano, menentang arus sungai yang deras dan berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk menuntut ilmu.

Berkat kegigihan perjuangannya, kini telah berhasil meraih gelar profesor di bidang Ilmu Fisika melalui penciptaan Reaktor PECVD untuk pembuatan lapisan tipis sebagai dasar pembuatan sel surya sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, dan pengembangan Liquid Cristal Display (LCD) sebagai dasar pembuatan layar datar.

Kejujuran dan kerja kerasnya pun mengantarkan dirinya diberi amanah memimpin Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang saat ini masuk pada periode kedua.

Sebuah kisah inspiratif perjuangan sang profesor dalam mengejar cita-cita dari pedalaman Sulsel, membayar ratusan ribu langkah berpindah-pindah. Meyakini bahwa, kemiskinan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita yang tinggi, selama mau berusaha dan berjuang.

Keberhasilan Direktur PPs UNM itu dalam perjuangan mengangkat status sosial keluarganya, tertuang dalam buku yang berjudul Menaklukkan Nasib. Bedah bukunya digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulsel menggandeng Yapensi dan Penpro di Hotel Aerotel Smile, Sabtu (4/3/2017).

Buku Prof Dr H Jasruddin Daud MSi termasuk Best Seller.Buktinya edisi kali ini adalah termasuk edisi ketiga. Pesanan dari mitra kerja atau maayarakat sangat banyak. Itu disebabkan karena buku yang dieditori Bachtiar Adnan Kusuma ini memberi banyak pesan berupa motivasi meningkatkan kemampuan. Begitupula dalam buku tersebut menceritakan bagaimana Andi Jasruddin meraih kesuksesan dengan susah payah.

Bedah buku yang inspiratif tersebut selain dihadiri langsung Prof Dr H Jasruddin Daud MSi dan editornya Bachtiar Adnan Kusuma dari Penpro, juga Wakil Walikota Makassar, Dr H Syamsu Rizal MI, MSi, Dr Ir HAM Yusran Paris MM MBA, Dr Hasrullah Firdaus MA. (her/ms)

Di Atas “Kursi Amanah”

Sapuan angin di ruangan ini cukup menyejukkan. Namun tak sesejuk sapuan angin ciptaan Allah, sebab angin ini hanya berasal dari dua AC yang setia berhembus, tak kenal jenuh. Dari lantai 2 Gedung AD Kampus Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar di bilangan Landak Baru. Dari lantai 2 ini, tatapan serasa lebih leluasa. Mengindera beberapa gedung yang sudah termakan umur.

Wajar saja, sebab beberapa gedung yang masih berdiri gagah itu adalah tempat Pimpinan IKIP Ujungpandang dulu, di awal-awal berdirinya.

Bentuk gedungnya unik. Catnya warna putih. Bentuknya khas, sebab serupa dengan bentuk topi sarjana-yang banyak orang bilang toga-berwarna biru tua. Dia, bangunan itu sudah terpancang di sana sejak beberapa tahun silam. Jendelanya terbuat dari kaca, menambah keanggunan sang gedung.

Tapi saya yakin, di kaca itu banyak debu bertumpuk-tumpuk, seiring dengan bertumpuknya usia sang gedung. Gedung itu tak bisa bicara, maka layaklah bila dia disanjung dengan gelar “Saksi Bisu” yang telah seksama menyaksikanku mengembangkan kemampuan manajerial.

Juga saksi bisu untuk semua karyaku saat berbagi ilmu kepada mahasiswa atau siapa saja yang datang. Tidak ada alasan untuk pelit ilmu. Sebab ilmu tak sama dengan harta. Kalau ilmu dibagi, ia tidak berkurang secuil pun. Bahkan hakekatnya ilmu akan bertambah, seiring sesering apa ia dibagikan.

PPS UNM adalah salah satu unit dari UNM yang dulu bernama IKIP Ujungpadang. Sama sekali tidak pernah terlintas dalam mimpi, bahwa kelak pada pundak inilah dipikulkan amanah yang teramat berat. Amanah sebagai Direktur PPs UNM. Amanah yang tidak mudah. Saya menjadi nakoda dari sebuah “kapal” yang akan menghasilkan para magister dan doktor dari beragam disiplin ilmu.

Apalagi di mata masyarakat, magister dan doktor dianggap bukan orang sembarangan. Mereka mempunyai kemampuan di atas manusia kebanyakan. Maka tugasku adalah menjaga agar asumsi masyarakat itu selalu ada di atas garis kebenaran. Caranya? Tidak lain, selain menjaga kualitas institusi, yang nantinya akan melahirkan para magister dan doktor yang berbobot.

Duduk di atas kursi amanah, laksana duduk di atas “Kursi Panas”. Membuat saya sering gelisah, tidak tenang. Takut kalau amanah ini tidak bisa tertunaikan sempurna atau paling tidak mendekati sempurna. Ini adalah amanah besar dan pertanggungjawabannya tidak mudah, sebab menyangkut kepentingan bangsa dan Negara dalam hal penyediaan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi. Layaknya pohon-pohon di taman kampus ini, seperti mentari yang selalu terbit dan tengggelam sesuai perintah Ilahi.

Mereka semua menjalankan takdirnya, maka seperti itulah saya harus menjalani segala amanah yang dipercayakan.
Itulah penggelan isi buku Prof Dr H Andi Jasruddin Daud MSi, Direktur Program Pascasarjana UNM yang sangat inspiratif. (*/hms)

DATA DIRI
Nama : Prof. Dr. Jasruddin, M.Si
TTL : Matano, 22 Desember 1964
Agama : Islam
Pekerjaan : Dosen Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar
Jabatan : Direktur Program Pascasarjana UNM
Alamat : Jl. Mappala, Komp. UNM B3/9 Makassar
E-mail : mahande64@yahoo.com

Pendidikan Formal:
– SDN Matano (1973-1975)
– SDN 220 Sorowako (1975-1979)
– SMP Negeri Nuha (1982)
– SMA INCO Soroako (1985)
– Sarjana Jurusan Pendidikan Fisika IKIP Ujung Pandang (1990)
– Master Jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung (1996)
– Doktor Jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung (2002)
Bidang Keahlian:
– Fisika Material Semikonduktor khususnya silicon amorf (a-Si) untuk pembuatan Thin Film Transistor(TFT), Thin Film Light Emitting Diode (TFLED), dan Solar Cell (sel surya).

Judul Buku: Menaklukkan Nasib
Editor: Bachtiar Adnan Kusuma
Penerbit: Yapensi

 

Click to comment
To Top