EDUKASI BUDAYA

Kopertis Rilis 7 Kampus tak Berizin

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kemenristekdikti RI memberikan peringatan seluruh stakeholder pendidikan perguruan tinggi dan masyarakat di seluruh Sulawesi untuk mewaspadai praktek kampus-kampus yang tidak berizin. Berdasarkan hasil investigasi dan temuan serta laporan dari masyarakat di wilayah kerja Kopertis Wilayah IX Sulawesi, ditemukan ada 7 (tujuh) kampus yang tidak berizin. Karena tidak memiliki izin operasional dari pemerintah tetapi dalam kenyataannya tetap melakukan proses proses pembelajaran.

Kampus tersebut antaralain; Stikes Rama Global Makassar, Akademi Maritim Veteran Makassar, STIKES Maha Bone Makassar, UKI Tomohon di bawah naungan YPTK GMIM di Sulawesi Utara, dan Universitas Islam Buton di Bau-bau. Kemudian Universitas Murhum Bau-bau Sulawesi Tenggara dan Stikes Langganunu Palu.

Koordinator Kopertis Wilayah IX, Prof. Dr. Ir. Andi Niartiningsih, MP memaparkan bahwa informasi soal kampus yang tidak berizin ini adalah untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat agar lebih cepat mengetahui sehingga tidak terlalu banyak tertipu dan dirugikan.

Sebab ijazah yang dikeluarkan ke tujuh kampus yang tidak berizin itu tidak diakui oleh pemerintah. Akibatnya alumni yang dihasilkan akan mengalami permasalahan mempergunakan ijazahnya pada instansi pemerintah maupun swasta.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir ini Kemenristekdikti semakin meningkatkan pengawasan terhadap proses pembelajaran di perguruan tinggi. Kopertis menjadi perpanjangan pemerintah pusat di daerah menjalankan fungsi dan peranan melakukan pengawasan, pengendalian, dan pembinaan (Wasdalbin).

“Pada proses Wasdalbin, beberapa temuan dalam pembelajaran di kampus PTS menjadi masukan sekaligus informasi akan kehadiran kampus yang tidak memilki izin operasional tetapi sudah melakukan proses pembelajaran,” tukasnya.

Kemudian Andi Niartiningsih menambahkan, Kemenristekdikti RI M. Nasir, seusai menghadiri peluncuran Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, pada Jumat (10/3) pekan lalu, menegaskan saat ini pemerintah menutup 140 perguruan tinggi abal-abal yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara ada 103 perguruan tinggi yang diberi pembinaan. Hal ini dilakukan dalam rangka membersihkan pendidikan tinggi dari Indonesia dari perguruan tinggi yang tidak sesuai atau melanggar standar.
“Perguruan tinggi abal-abal adalah perguruan tinggi yang memiliki izin tetapi tidak mengikuti proses pembelajaran yang tidak benar, atau tidak ada kuliah tetapi memberikan ijazah,” tutupnya. (mg05/mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!