TAMU EKSPRES

Mantan Pengusaha Jadi Pamong

H. Bohari BT, SE, Lurah Mariso

Profesi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga kini menjadi idaman setiap orang. Alasannya ada jaminan di hari tua/ pensiun atau karena alasan ingin membanggakan orang tua. Tak heran, saat dibuka penerimaan CPNS, para lulusan sarjana berlomba untuk mendaftar. Bahkan, tak jarang pula yang rela mengabdi menjadi honorer dengan harapan kelak bisa diangkat menjadi PNS.

Begitu kuatnya magnet profesi PNS, sehingga banyak yang tak berminat bergelut di profesi lain seperti pengusaha. Padahal menjadi pengusaha sudah jelas bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar.
Salah seorang sosok yang memilih menjadi PNS adalah H Bohari BT SE. Pria kelahiran Jeneponto, 30 Oktober 1968 memilih berkarier sebagai pamong, meski sempat merambah dunia usaha.

Ternyata alasan untuk berhenti berkiprah sebagai pengusaha karena ia ingin mengabdi kepada masyarakat. Pilihan itu bulat ketika dirinya diterima sebagai PNS di Kabupaten Jeneponto.
Tak berselang lama diterima PNS, ayah dua anak itu terangkat menjadi Penata Muda (III/a). Setelah lima tahun mengabdi, ia dipercaya untuk mengisi jabatan Penata Muda Tk. I (III/b).
Berkat kinerjanya yang baik, ia kembali mendapat kepercayaan selaku Penata (IIIc) lalu menjadi Penata Tk. I (III/d).

Profesional dalam bekerja lalu dilakukan, hal itulah yang mengantarkan suami dari Rosmalasanti SE ini pada 2015 lalu, mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Kelurahan di wilayah Mariso.
Bagi H Bohari mengabdi sebagai pamong memiliki kebagiaan tersendiri. Ia pun bertekad untuk terus memajukan wilayah yang dipimpinnya.

Tak sulit bagi Lurah Mariso ini untuk menjalankan tugasnya. Pasalnya saat mengurusi perusahaan ia sudah punya pengalaman mengatur karyawan yang memiliki berbagai karakter.
“Jauh sebelum menjadi lurah saya pernah bergelut dalam dunia usaha beberapa tahun yang lalu dan mengatur karyawan. Jadi saat dipercaya memangku jabatan sebagai lurah, saya sudah tidak merasa kesulitan untuk memanage para staf karena sudah terbiasa,” terangnya. (her/hms)

Dekat dengan Warga

Menjadi pamong bukan suatu pekerjaan yang ringan. Selain mampu memimpin, juga dituntut agar dapat melakukan pendekatan kultur sosial budaya dan menyelesaikan setiap persoalan yang timbul di tengah masyarakat.

Hal ini pula yang dilakukan Lurah Mariso, H. Bohari B.T, SE. Sejak diberi amanah untuk mengelola wilayah Kelurahan Mariso. Ia yakin dapat menunaikan tugas sebagai kepala kelurahan. Ia pun berpendapat bahwa dimana pun kita diberi tugas, setiap pamong harus bisa melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Kita harus membangun komunikasi interaktif dengan warga sehingga dapat terjalin sinergitas antara pihak pemerintah dan rakyatnya,” ujarnya.

Meski demikian ia sangat berharap dukungan dan peran serta dari warganya terutama dalam mensukseskan program-program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Sebab program Pemkot ini kan untuk kemaslahatan masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

Terutama, mendukung program-program yang menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar utamanya dalam mensosialisasikan program Badan Urusan Lorong, ia kerap turun langsung menemui warga dan memberi pemahaman manfaat menanam pohon cabai.

“Menanam cabai ini sangat bermanfaat. Selain dapat menambah penghasilan khan juga dapat di konsumsi oleh mereka. Apalagi harga cabai di pasaran saat ini melambung tinggi. Jadi sebenarnya program ini untuk pembelajaran bagi masyarakat bagaimana berpikir secara kreatif di tengah kesulitan. Kami juga telah membagikan bibit cabai ke beberapa kelompok tani yang ada di wilayah kelurahan Mariso,” jelasnya. (her/hms)

Keluarga Penyemangat dalam Bertugas

Aktivitasnya yang sangat padat membuat H Bohari kerap pulang malam. Sebagai kepala rumah tangga dirinya tetap punya tanggungjawab untuk mendidik anak-anaknya. Saat libur ia tetap berusaha meluangkan waktu bagi isteri dan ke dua buah hatinya.

“Saat libur dan tak ada kerja saya menyempatkan diri untuk berkumpul bersama keluarga. Saya sangat bersyukur karena keluarga juga sangat memahami kesibukan saya sebagai lurah,” terangnya.

Baginya keluarga adalah segalanya. Istri dan kedua anaknya merupakan penyemangat dan memberi kekuatan dalam menjalankan tugas. “Keluarga selalu memberi motivasi. Istri selalu menjadi teman sharing dan banyak memberikan masukan serta ide-ide positif untuk memajukan wilayah kelurahan Mariso,” tandasnya. (her/hms)

DATA DIRI

Nama : H. Bohari BT, SE
TTL : Jeneponto, 30 Oktober 1968
Jabatan : Lurah Mariso
Istri : Rosmalasanti, SE
Anak:
1. Arifayanti Bohari
2. Arif Rahman Bohari
Alamat : Jl. Landak 8 No.14 Makassar

Most Popular

To Top