BNIS Hadirkan Hasanah Lifestyle Banking – Upeks.co.id
PERBANKAN FINANCE

BNIS Hadirkan Hasanah Lifestyle Banking

MAKASSAR, UPEKS.co.id — PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Cabang Utama Makassar terus melakukan inovasi yang mendukung gaya hidup hasanah. Teranyar, mempermudah transaksi nasabah melalui Hasanah lifestyle Banking.

Pemimpin BNI Syariah Cabang Utama Makassar, Ahmad Zulva Adi, menjelaskan, perseroan terus memperkenalkan bank syariah yang lebih modern melalui basis digital. Salah satunya lewat lifestyle hasanah. Lini bisnis berbasis daring ini mengakomodir beberapa kebutuhan nasabah mulai wakaf, pembukaan tabungan, pembukaan rekening baru, aplikasi pembiayaan KPR, termasuk simulasi pembiayaan.
“Kami akan menjadikan bank syariah jadi bank digital,” katanya, kemarin.

Layanan ini mendongkrak jumlah rekening dan dana murah. Dimana, CASA mampu terdongrak hingga 80% pada awal tahun 2017 ini, tumbuh lebih baik dibandingkan komposisi tahun lalu sebesar 79,42%.
“Ini sejalan dengan cukup agresifnya BNI Syariah Makassar menggarap sektor ritel tabungan, komunitas, dan instansi, apalagi BNI Syariah adalah bank yang ditunjuk melayani keuangan negara,” jelasnya.
Adapun, BNI Syariah KCU Makassar mengalami pertumbuhan yang baik. Untuk Aset tumbuh 29,25% dibanding tahun 2015 dari sebesar Rp477,519 miliar menjadi Rp617,176 miliar. Pada sisi profit Desember 2016 tumbuh sebesar 32.84% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan yang baik di KCU Makassar ini sejalan dengan progres capaian di seluruh tanah air. Direktur Utama Bank BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, mengatakan, kinerja BNI Syariah tahun 2016 mengalami pertumbuhan positif. Tercatat laba bersih Desember 2016 sebesar Rp277,38 Miliar atau meningkat 21,38% dari Desember 2015 sebesar Rp228,53 Miliar.

“Meningkatnya laba ditopang oleh berbagai upaya pengembangan bisnis termasuk produk jasa dan layanan baik pembiayaan produktif maupun konsumtif serta peningkatan dana murah (CASA) “. papar Imam.
Laba positif juga didukung oleh kualitas pembiayaan (NPF) yang terjaga dibawah 3% dan operasional perusahaan yang semakin efisien dengan penurunan rasio BOPO menjadi 87,67% pada akhir tahun 2016.
Di sisi lain, aset BNI Syariah terus tumbuh dengan posisi per Desember 2016 mencapai Rp28,3 Triliun atau naik 23,01% dari posisi Desember 2015 sebesar Rp23,02 Triliun. Pertumbuhan aset ini disokong oleh adanya peningkatan dana pihak ketiga khususnya giro dan tabungan sebesar 25.41 % dengan pencapaian DPK sebesar Rp24,23 Triliun.

Dengan total pembiayaan tahun 2016 sebesar Rp20,49 Triliun atau meningkat 15,35%, komposisi pembiayaan terbesar BNI Syariah masih terdapat di pembiayaan konsumtif sebesar Rp10,92 Triliun (53,26%), diikuti dengan ritel produktif sebesar Rp4,61 Triliun (22,48%)komersial sebesar Rp3,40 Triliun (16,59%), mikro sebesar Rp1,20 Triliun (5,88%) serta hasanah card sebesar Rp367,60 Miliar (1,79%). (hry/suk)

Click to comment
To Top