EDUKASI BUDAYA

Kopertis Pelatihan Applied Approach

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Menjadi pengajar di Perguruan Tinggi merupakan sebuah pekerjaan profesional. Karena itu seorang dosen di samping menguasai materi perkuliahan, tentu perlu memiliki kemampuan dalam bidang pembelajaran.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas profesionalitas Dosen, Kementerian Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI (RISTEKDIKTI) melalui Kopertis Wilayah IX Sulawesi melaksanakan Pelatihan Applied Approach (AA) mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2017 di Aula Mattayang Kopertis Wilayah IX, Jalan Bung.

Prof. Dr. Andi Niartiningsih selaku Koordinator Kopertis Wilayah IX mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan profesionalisme dosen dalam meningkatkan pembelajaran.

“Secara umum, dosen telah memiliki materi perkuliahan. Hanya bagaimana cara setiap dosen mengatur semuanya agar proses perkuliahan dapat berjalan dengan baik, itu yang diperlukan. Jadi dengan pelatihan ini, peserta dapat merancang suatu evaluasi PBM, merekonstruksi mata kuliah, membuat kontrak perkuliahan, dan menyusun bahan ajar,” jelasnya.

Andi Niartiningsih berharap, peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengamalkan ilmunya. Juga untuk membuat bahan ajar secara profesional dan mengevaluasi bahan ajar tersebut.
Kemudian Andi Niartiningsih menambahkan bahan ajar untuk memperlancar proses belajar mengajar. “Bahan ajar itu banyak. Ada buku ajar, dan lain-lain. Tetapi intinya adalah buku ajar,” tuturnya.

Andi Niartiningsih menuturkan bahwa persyaratan mengikuti kegiatan ini adalah telah mengikuti pelatihan PEKERTI yang ditugaskan Dekan Fakultas dan mengisi surat kesediaan mengikuti kegiatan.

“Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta telah mengikuti pelatihan PEKERTI, juga direkomendasikan para Dekan Fakultas masing-masing untuk mengikuti pelatihan ini. Selanjutnya, peserta mengisi surat kesediaan mengikuti pelatihan,” tukasnya.

Adapun Dr. Elisa Meiyani, setelah membawakan materi evaluasi pembelajaran mengatakan, pelatihan AA ini sangat membantu para dosen dalam proses pembelajaran di kampus, utamanya bagaimana mengevaluasi pembelajaran mahasiswa mereka.

“Diberikannya materi evaluasi tujuannya adalah bagaimana dosen benar-benar mengevaluasi seluruh mahasiswanya sehingga proses pembelajaran dapat diketahui dipahami atau tidak. Karena evaluasi pembelajaran ini tolak ukur kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran,” tutupnya. (mg05/mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!