BPR Sulawesi Mandiri Incar Pertumbuhan Kredit 15% – Upeks.co.id
KEUANGAN

BPR Sulawesi Mandiri Incar Pertumbuhan Kredit 15%

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Setelah mampu mencapai target pertumbuhan tahun lalu, BPR Sulawesi Mandiri tahun ini kembali mematok pertumbuhan kredit sebesar 15% dibandingkan realisasi tahun lalu.

Direktur Utama BPR Sulawesi Mandiri, Dalmasius Panggalo, mengatakan, realisasi kredit perseroan bertumbuh positif dengan capaian sesuai target yang diharapkan. Tahun 2016 lalu tercatat, realisasi kredit mencapai Rp80 miliar atau tumbuh 15%.

“Realisasi tahun lalu sesuai target 15 persen. Kredit Rp80 miliar Asset Rp95 miliar, Dana Pihak Ketiga (DPK) di angka Rp75 miliar,” kata Dalmasius kepada Upeks, Jumat (17/3/17).

Target pertumbuhan tahun ini, lanjutnya, masih sama yakni 15%. Khusus kredit, selama ini masih didominasi oleh kredit modal kerja (KMK) dengan share hingga 70%. Sisanya 30% disumbang dari kredit konsumsi.

Kata Ketua Asosiasi Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulsel itu, KMK tetap pada segmen pedagangan yang menempati posisi teratas porsi penyaluran, sedangkan konstruksi masih masuk dikategori kecil misalnya nasabah yang ingin menambahkan dananya untuk membangun rumah.

“Nasabah memilih kita karena kalau KPR bank umum nanti selesai rumah baru bisa, di kami kalau uangnya tidak cukup bangun rumah ya kita bisa berikan kredit konstruksinya,” jelasnya.

Selain itu, KPR group Japfa ini juga banyak memberikan akses KMK kepada mitra Japfa group seperti peternak ayam, biaya pembuatan kandang sapi, suplayer jagung termasuk peternak sapi.

“Kita sudah ada kemitraan sebelumnya, bahkan kami biayai petani singkong untuk gaplek juga. Upaya menggenjot KMK ini kami lebih banyak promosi,” bebernya.

Sementara, untuk kredit konsumsi juga banyak disalurkan ke karyawan group Japfa dan instansi swasta lain seperti kampus, hotel, dan perusahaan swasta. Menurutnya, kredit kecil juga lebih prospek ketimbang kredit dalam jumlah yang besar untuk pertimbangan rasio kredit macet.

“Sebab kalau kita salurkan kredit yang besar-besar, begitu bermasalah atau bergejolak masalah maka rasio kredit macet atau nilai NPL (Non Performing Loan) langsung naik,” pungkasnya. (hry/suk)

BERITA POPULER

To Top