EDUKASI BUDAYA

Mentan-Menristek Bahas Inovasi Pertanian di UMI

MAKASSAR, UPEKS.co.id  — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Temu Informasi Inovasi Teknologi Pertanian di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (17/3) kemarin.

Pertemuan tersebut mengangkat tema Mendukung Peningkatan Produktivitas dan Percepatan Jagung di Kawasan Timur Indonesia. Hadir Menteri Pertanian (Mentan), Dr Ir Andi Amran Sulaiman dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Dr Mohammad Nasir PhD AK.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam MTP, Rektor UIM, Dr Ir Andi Majdah M Zain dan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Andi Niartiningsih MP.

Rektor UMI Makassar, Prof Masrurah Mokhtar mengungkapkan, temu inovasi teknologi pertanian ini adalah dalam rangka peningkatan produktivitas dan percepatan swasembada jagung di kawasan Timur Indonesia yang merupakan gagasan Menteri Pertanian.

“UMI ditunjuk sebagai tuan rumah temu inovasi teknologi pertanian. Hal itu tentu merupakan kepercayaan yang diberikan bukan kali pertama. UMI sudah mendapat amanah baik tingkat nasional maupun internasional,” kata Masrurah.

Masrurah berharap, kerja sama yang dilakukan kali ini bisa berjalan setiap tahunnya. Sebab ia menilai, perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam mendampingi masyarakat dalam bidang pertanian, khususnya swasembada jagung di kawasan Indonesia Timur.

“Saya kira suatu hal yang sudah seharusnya dilakukan dalam pendampingan kepada masyarakat umum. Ini juga menjadi nilai tambah bagi UMI sebagai pelaku yang mendidik masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, pertemuan kali ini merupakan terobosan baru dalam upaya mengembangkan masyarakat Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi sejarah bagaimana masyarakat kita berperan dalam bidang pertanian. Bapak menteri pertanian dan kemendistri berdua ini adalah harapan dan kebutuhan kita masyarakat Sulawesi Selatan. Melihat kondisi yang ada, saya pikir ini jawabannya,” jelasnya.

Kemudian, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengungkapkan, di bidang pendidikan, pihaknya selalu menekankan kepada seluruh perguruan tinggi untuk tidak henti-hentinya melakukan riset di bidang pendidikan. (mg05/mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!