Kredit Konstruksi Melambat – Upeks.co.id
UTAMA

Kredit Konstruksi Melambat

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Berdasarkan data yang dirilis Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulsel, kredit investasi mengalami kontraksi -3,23% (yoy) terutama disebabkan oleh penurunan kredit investasi pada lapangan usaha konstruksi (-44,15%, yoy) khususnya Konstruksi Perumahan Menengah, Besar, Mewah.

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 5,91% (Berdasarkan lokasi, penyaluran kredit masih terpusat di Kota Makassar dengan porsi mencapai 65,51%, diikuti Kota Parepare dan Kota Palopo masing-masing 4,93 persen dan 3,34 persen.

Kendati demikian, Kepala KPw BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat mengaku, secara keseluruhan penyaluran kredit di Sulsel berbuah manis. Januari 2017, kredit macet atau rasio Non Performing Loan (NPL) berada di posisi 2,47%. Angka itu lebih baik jika dibandingkan pada posisi Januari 2016 yang berada diangka 3,49%, namun lebih tinggi dari NPL Desember 2016 yang tercatat 2,29%.

Perbaikan NPL itu, lanjutnya, sejalan dengan fungsi intermediasi perbankan di Sulsel yang meningkat masih didukung oleh pengelolaan resiko yang baik. Hal ini tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR,) yang tercatat 124,99%. Meningkat dibandingkan Januari 2016 sebesar 122,05%, namun menurun dibandingkan LDR bulan Desember 2016 yang tercatat 126,09%.

Hal ini, kata Wiwiek, disebabkan oleh faktor seasonal dimana penyaluran kredit biasanya meningkat di akhir tahun.

LDR yang tercatat tinggi ini mengindikasikan Sulsel menjadi salah satu tujuan utama penyaluran kredit oleh perbankan. “LDR membaik, kalau cukup tinggi artinya perbankan di Sulsel dapat aliran dana dari luar kantor cabang di Sulsel sehingga bisa memberikan kredit yang lebih besar dari dana yang dihimpun di wilayah kerjanya,” jelasnya, baru-baru ini.

Wiwiek menjelaskan, secara umum, kinerja Perbankan di Sulsel pada Januari 2017 relatif baik, sehingga fungsi intermediasi juga berjalan dengan baik. Total Aset Perbankan Sulsel sebesar Rp125,82 triliun,
tumbuh 9,12% (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun tercatat Rp82,12 triliun. tumbuh 7,16 persen (yoy), terutama didorong oleh pertumbuhan deposito (8,350/0, yoy), diikuti tabungan (7,280/0, yoy), dan giro (3,94%, yoy).

“Giro biasanya sejalan dengan kondisi APBD. Di bulan bulan sebelumnya tumbuh cukup tinggi tapi semakin rendah karena ada dana APBD yang disimpan di bank. Akhir triwulan di akhir tahun APBD digunakan sehingga turun drastis,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, total penyerapan keuangan SKPD lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel pada akhir triwulan IV 2016 lalu sebesar Rp6,9 triliun dari total anggaran yang tersedia Rp7,2 triliun.

Dengan rincian, realisasi fisik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel mencapai 98,61% dan realisasi keuangan sebesar95%.

Untuk 2017 ini, kata Jufri, pihaknya berupaya menggenjot penyerapan anggaran yang lebih optimal. Salah satunya melalui penyelenggaraan rapat monitoring. Tujuannya, untuk menciptakan keserasian antara pelaksanaan program dan rencana kerja dan untuk mengetahui sejauh mana serapan program, baik yang dibiayai oleh APBD, APBN, maupun utang luar negeri.

“Termasuk mengkaji kendala yang dihadapi dilapangan, pendapat terkait upaya percepatan pelaksanaan program, serta apa yang mengebabkan penyerapan minim,” terangnya.(hry-eky/rif)

BERITA POPULER

To Top