Kredit Rumah Ikut Terseret – Upeks.co.id
UTAMA

Kredit Rumah Ikut Terseret

Ekonomi Melambat

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Proyeksi pertumbuhan ekonomi Sulsel yang sedikit melambat di triwulan I 2017 turut menyeret permintaan kredit rumah. Beberapa bankir memprediksi kredit KPR mulai bergairah di triwulan ke-II.

Kondisi ini memposisikan pelonggaran nilai kredit atau loan to value (LTV) pada kredit pemilikan rumah (KPR) belum berdampak signifikan ditengah daya beli konsumen yang turun akibat pelambatan ekonomi.
Branch Manager Cabang Utama Bank BTN Makassar, Achmad Chaerul mengakui permintaan kredit di triwulan I ini masih lesu. Ini menjadi salah satu indikator daya beli masyarakat yang masih lemah.

Selain itu, menurutnya, sebagian masyarakat masih “Wait and See” sembari melihat pola pergerakan ekonomi. Lesunya permintaan juga turut dipengaruhi oleh faktor musim penghujan saat ini, membuat masyarakat menunda pembelian rumah.

“Musim hujan gini juga berbengaruh. Banyak masyarakat yang enggan meninjau rumah. Mereka aga malas keluar,” katanya kepada Upeks, Senin (20/3/17).

Kendati demikian, Achmat meyakini pergerakan penjualan rumah akan terasa di triwulan ke-II sesuai dengan tren rutin pola pertumbuhan ekonomi. Kemudian, tren permintaan akan semakin tinggi memasuki triwulan ke-III utamanya dipicu oleh momentum bulan ramadan dan hari raya idhul fitri.

“Kalau pulang kampung kan mereka (masyarakat,red) membawa uang. Bisa jadi uangnya untuk beli rumah,” ujarnya.

Harapannya, bisa memperbesar pasar perseroan yang telah membiayai 14.777 unit rumah periode 2015 sampai Februari 2017 dengan pertumbuhan signifikan mencapai 30% (2015-2016).
Adapun Bank BTN KCU Makassar yang yang mencakup wilayah Sulselbar mencatatkan market share sampai 90% di segmen kredit KPR.

Secara keseluruhan tahun 2017 ini, perseroan mengincar KPR sebanyak 15.000 unit rumah atau tumbuh sekitar 20% dari tahun lalu. Dari jumlah itu, penawaran skema FLPP atau rumah subsidi masih mendominasi yakni 8.000 unit rumah.

Di tempat berbeda, pemimpin wilayah BRI Makassar, Ngatari juga mengakui hal yang sama kredit rumah masih stagnan belum banyak permintaan. Kendati, perseroan masih mencatatkan grafik peningkatan penyaluran namun dari sisi pertumbuhan cenderung melemah.

“Ini sesuai dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang masih belum begitu baik di triwulan I,” terangnya.

Ngatari berharap, pemerintah bisa turut andil dalam kondisi ini dengan mempercepat realisasi tender proyek-proyek yang dinilai akan berdampak domino pada beberapa sektor ekonomi, utamanya di sektor konstruksi dan konsumsi.

“Tapi, biasanya triwulan ke-II sudah membaik. Semoga saja begitu agar target tumbuh di kisaran 20% tahun terealisasi. KPR sendiri market sharenya masih mendominasi kredit konsumer yakni 60%, sisanya untuk kredit mobil,” pungkasnya.

Hal berbeda diakui Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Arief Mone yang menjelaskan, realisasi KPR oleh beberapa pengembang yang tergabung di REI Sulsel sejauh ini juga masih lemah. Tapi, dari sisi penjualan justru meningkat dibandingkan tahun lalu. “Kalau realisasi KPR-nya tentu nanti di triwulan ke-II,” singkatnya.(hry/rif)

BERITA POPULER

To Top