ANEKA

Sulsel Butuh 700 Ribu Blangko e-KTP

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel, Lutfi Nasir mengungkapkan, Sulsel membutuhkan 600 ribu hingga 700 ribu blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

“Kekosongan blangko sudah terjadi sejak September 2016 lalu. Bagi penduduk yang sudah melakukan perekaman, terpaksa menggunakan surat keterangan pengganti e-KTP. Data 700 ribu, termasuk persediaan kebutuhan blangko untuk perpindahan penduduk, juga bagi warga yang kehilangan atau e-KTPnya rusak,” ungkapnya, Senin (20/3/17).

Sayangnya, Lutfi mengaku tidak memiliki data lengkap jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP. Pasalnya, proses perekaman masih terus dilakukan oleh kabupaten/kota. “Data lengkapnya mungkin bulan Juli baru kami kantongi. Termasuk jumlah penduduk Sulsel,” akunya.

Terkait kekosongan dan kebutuhan blangko e-KTP di Sulsel, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku, pihaknya telah melakukan proses lelang untuk pengadaan blangko e-KTP. Pihaknya menargetkan April sudah dilakukan tandatangan kontrak.

Secara nasional, lanjut dia, masih ada 4,5 juta penduduk yang belum rampung e-KTPnya. Ada 3,2 juta diantaranya adalah orang yang belum melakukan perekaman dan data bermasalah. Total sudah ada 96,4 persen penduduk yang sudah memiliki e-KTP.

“Masalah e-KTP mendapat perhatian khusus, karena sejak awal proyek yang dimulai dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah bermasalah. Terlebih proyek senilai Rp6 triliun lebih ini sudah diproses di KPK,” ujarnya.

Akbiatnya, kinerja Kemendagri terhambat. Karena 68 pejabat Kemendagri dipangil KPK untuk diperiksa dalam kurun waktu 1,5 tahun. Beberapa diantaranya telah ditetapkan tersangka, terutama dari Dirjen Catatan Sipil.(eky/rif)

Most Popular

To Top