Unismuh Terima Mahasiswa Asal Singapura – Upeks.co.id
EDUKASI BUDAYA

Unismuh Terima Mahasiswa Asal Singapura

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kantor Urusan Internasional KUI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menerima delegasi dari luar negeri. Kali ini datang dari Politeknik Singapura dalam rangka program Learning Express (LeX) 2017.

Program ini merupakan salah satu program kolaborasi yang terjalin dan akan menjadi program setiap semester bagi kedua institusi. Program diikuti oleh 25 mahasiswa Singapura dan 25 mahasiswa Unismuh. Mereka didampingi tiga dosen Poltek Singapura dan empat orang dosen Unismuh.

Diketahui, tujuan dari LeX Program yaitu menghadirkan Social Innovation dan New Insight bagi masyarakat dan mahasiswa sendiri. Makanya, program tersebut akan berlangsung di dua tempat selama 14 hari yakni di Kota Makassar dan Kabupaten Bantaeng.

Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib mengatakan bahwa program kerja sama ini tentunya memberikan dampak yang luar biasa bagi kedua institusi. Kata dia, program internasionalisasi kampus telah berjalan.

Sehingga, kehadiran program kolaborasi internasional ini disadari oleh seluruh sivitas akademik bukan hanya mahasiswa dan dosen saja.

“Ke depannya, akan banyak lagi program yang bisa disatukan dan dibangun oleh Unismuh ketika semakin serius dalam melihat peluang kerja sama,” kata Erwin yang juga merupakan kepala KUI Unismuh Makassar, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Lanjut Erwin mengatakan program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan minat mahasiswa dari luar negeri untuk menjadikan Unismuh sebagai destinasi dalam belajar bahasa Indonesia, seni, dan budaya sangat tinggi.

Dengan adanya program ini, Erwin berharap dapat menjadi sebuah batu loncatan untuk Unismuh sebagai universitas yang baik di kandang maupun di luar negeri.

“Internationalisasi perguruan tinggi saat ini sangat dibutuhkan. Agar dapat bersaing dengan perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri. Kita berharap Unismuh Makassar akan semakin mampu untuk bersaing baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” jelasnya.

Dia menambahkan, Unismuh telah dikenal dan tidak lagi dipandang sebelah mata. “Partnership kami telah mengakui dan mempercayai itu,” tambah dekan termuda di Unismuh ini.

Sementara, Wildhan Burhanuddin sebagai koordinator local facilitator juga mengungkapkan bahwa program ini bersifat sustainability atau berkelajutan. Sehingga mahasiswa Unismuh Makassar menyiapkan diri untuk seleksi berikutnya.

“Kami ingin melibatkan seluruh prodi dan fakultas. LeX program menghadirkan inovasi sosial yang bersifat pengabdian pada masyarakat dengan melibatkan petani dan kelompok tani di Desa Bonto Marannu, Kabupaten Bantaeng,” tutupnya. (mg05/mah)

Click to comment
To Top