HUKUM

Warga Bara-Barayya Siaga

Makassar, Upeks.co.id — Rencana Kodam VII Wirabuana melakukan penertiban di sekitar ex Asrama Barabarayya mendapat perlawanan warga.

Bahkan puluhan warga rela begadang karena khawatir akan didatangi pihak Kodam.

Sesuai data yang dihimpun Upeks, Rabu (22/3/17) malam, Warga Bara-Barraya turun ke jalan melakukan siaga.

“Iye siaga satu seluruh Ablam. Warga yang tak termasuk sp3 pun keluar demi solidaritas,” ujar salah seorang warga Ablam, Albar kepada Upeks.

Dikatakannya, jika belum ada info pergerakan tentara di sekitar Ablam.

“Beberapa orang tak dikenal menyebarkan hoax, namun kami tetap siaga di semua titik akses lokasi penggusuran,” imbuhnya.

Selain itu, siaga digencarkan sehubungan dengan informasi bahwa aparat TNI sudah mendekati rumah mereka, untuk melakukan penggusuran.

Warga keluar karena terdengan suara pukulan tiang listrik berkali-kali, yang kemudian ada pengumuman dari masjid hikmah dua jika TNI sudah ada pergerakan akan melakukan penggusuran.
Sebelumnya diketahui sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) dan 271 Jiwa terancam kehilangan tempat tinggal. Dengan luas lahan yang dipertaruhkan yakni 6.887 M2.

Sementara itu, Juri bicara Warga Bara-Barayya, Heri menuturkan jika rencana pihak kodam VII wirabuana yang akan melakukan penggusuran bertentangan dengan hukum. Serta kata dia, tindakannya melewati kewenangannya selaku pihak penyewa tanah.

“Sebab menurut hukum, tidak ada orang (termasuk kodam wirabuana VII maupun ahli waris Moedhinoeng Dg Matika) yang bisa mengambil alih secara sepihak, hak hak warga 28 Kk tanpa melalui putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap,”tegasnya.

Dengan demikian, lanjutnya Kodam Wirabuana VII berpotensi meninmbulkan pelanggaran HAM.

” Karena faktanya 28 KK ini telah menguasai tanah tersebut lebih dari 20 tahun tanpa ada pihak-pihak yang mempermasalahkan sebelumnya dan disertai dengan dokumen yang sah menurut hukum,” ujarnya. (mg1)

Most Popular

To Top