TAMU EKSPRES

Demi Dedikasi, Jelajah Daerah Konflik

Marthinus Siampa, Deputy Bisnis Pegadaian Makassar II

Spesialis wilayah konflik ternyata tidak hanya berlaku bagi aparat TNI dan Polri. Personil PT Pegadaian (Persero) Tbk juga punya pegawai yang handal di area konflik.

Salah satunya, Marthinus Siampa yang kini menjabat sebagai Deputy Bisnis Pegadaian Makassar II. Demi sebuah dedikasi, Marthinus yang telah mengabdi di perusahaan BUMN di bidang gadai logam mulia itu selama 25 tahun, rela meninggalkan keluarga untuk bertugas di daerah konflik.

Menurut pria berdarah Enrekang ini, dedikasi adalah loyalitas dan totalitas pengabdian. Awal saat meputuskan bergabung di Pegadaian, maka seluruh perhatian dan tenaga difokuskan untuk membangun bisnis Pegadaian. Itu dibuktikan dengan kesiapan menjalankan penempatan tugas di mana saja dan dalam kondisi apapun.

“Jadi dedikasi bukan hanya sekedar omongan tapi harus dibuktikan,” kata pria kelahiran Luwu 26 Maret 1968 itu saat disambangi Upeks di ruang kerjanya, Jalan Pabaeng-baeng, baru-baru ini.

Perjalanannya bertugas di wilayah konflik dimulai pada tahun 1996 di Ambon. Kala itu Ambon masih dalam situasi rusuh, konflik yang berkepanjangan namun Marthinus memilih bertahan hingga ditahun 2001. Ternyata, kemampuannya menangani bisnis di tengah konflik membuat dirinya kembali ditunjuk menjalankan tugas masih di daerah konflik di Sorong, Papua.

“Papua saat itu masih memanas, Gerakan Separatis Papua Merdeka di sana masih membuat kegaduhan dan pemberontakan hingga Pimpinan Cabang Pegadaian di sana merasa tidak mampu di tengah kondisi itu. Sayalah yang diminta menggantikannya hingga 9 tahun lamanya,” kata Marthinus.

Di Papua, nyawanya setiap saat terancam. Apalagi belum ada pengamanan dari aparat kepolisian kala itu. Gangguan dari teror hingga pemuda mabuk sudah jadi kebiasaan yang menghiasi hari-harinya di sana.
“Kalau ada pemuda yang mabuk masuk ke kantor mengganggu. Saya secara perusasif mendekati mereka, ajak komunikasi dan menjadikannya teman. Sehingga, semua dapat terkendali,” ujarnya.

Pengalamannya belum berakhir, hingga sampai di wilayah Madura. Kendati bukan wilayah berkonflik, namun watak keras orang Madura menciptakan beberapa masalah perseroan dengan nasabah.

“Saya sempat di Kanwil Makassar kemudian dipindahkan lagi ke Madura. Ini penghargaan bagi saya, sebab mungkin saya dinilai kompeten salam penaganan masalah di wilayah yang cenderung butuh penanganan khusus. Di Madura, banyak masalah dengan nasabah saja. Tapi lagi lagi jalan keluarnya adalah komunikasi,” terangnya.

Pengalaman bertugas di semua wilayah itu dilaluinya dengan baik, hingga diperhadapkan pada masalah yang menyayat hatinya. Istri tercinta divonis menderita sakit kanker stadium IV. Hari-harinya lebih banyak di dua Kota, yakni di Surabaya sebagai tempat pengadiannnya dan ke Makassar tempat sang istri dirawat. Marthinus berusaha membagi waktu sebagai kepala keluarga dan posisinya sebagai karyawan Pegadaian.

“Waktu itu, setiap hari sabtu kembali ke Makassar. Minggu kembali ke Surabaya. Sebenarnya saya minta mutasi ke Makassar tapi belum bisa saat itu. Hingga, akhirnya istri meninggal dunia,” kenangnya. (hry/hms)

Selesaikan Kredit Macet, Dongkrak Target Perseroan

Sebagai Deputy bisnis saat ini Marthinus membawahi13 cabang ditambah 60 UPC unit sehingga total mencapai 73 outlet. Semuanya tersebar dalam wilayah Mappanyukki, Mariso ke arah selatan sampai batas Kabupaten Jeneponto -Bantaeng.

Marthinus mengaku tetap mengedepankan komunikasi dalam setiap penyelesaian masalah. Baik dengan internal karyawan maupun antara Pegadaian dengan nasabah. Adapun untuk produk perseroan yang memiliki kredit macet seperti di pinjaman mikro atau kreasi masih nilainya masih di bawah 3%.

“Memang sistem control yang juga dibutuhkan, stop mencairkan dan fokus menagih. Seluruh NPL seluruh produk masih terkendali,” bebernya.

Sementara, target tumbuh sepanjang tahun ini terhadap realisasi tahun lalu sebesar16,80%. Pada dua bulan di tahun 2017 ini mencatat progres produk gadai yang signifikan. Produk non gadai pun dikebut, untuk perluasan pasar dan mendongrak target perseroan.

“Target sepanjang tahun ini untuk semua produk perseroan sebesar Rp877 miliar, tumbuh 16,80% dibanding realisasi tahun 2016 lalu yang capaiannya sebesar Rp738 miliar. Kontribusi produk gadai diincar sebesar Rp712 miliar, sisanya Rp165 miliar dari produk non gadai,” urainya.

Hingga Februari 2017, progresnya OSL (sisa pinjaman yang ada di nasabah) dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year) sudah tumbuh sebesar 14,55%. Sedangkan, realisasi pertumbuhan dari target sepanjang tahun ini sudah mencapai Rp746 miliar atau sekitar 85%. (hry/hms)

DATA DIRI

Nama : Marthinus Siampa
TTL : Luwu, 26 Maret 1968
Jabatan : Deputy Bisnis Pegadaian Makassar II
Alamat : Jalan Cendrawasih Makassar
Jenjang Pendidikan
– SMP Negeri 2 Enrekang (1983)
– SMA Negeri 1 Rantepao (1986)
– S1 Ekonomi dan Study Pembangunan Unhas (1991)
– S2 Umum Universitas Cendrawasih (2008)

Karier Jabatan
– Penaksir Pegadaian di Manado (1992-1996)
– Kepala Sub Seksi Pegadaan di Ambon (1996-2001)
– Pimpinan Cabang Pegadaian di Sorong (2001-2005)
– Pimpinan Cabang Pegadaian Jayapura (2005-2010)
– Manager Keuangan Pegadaian Kanwil Makassar (2010- Maret 2013).
– Manager Logistik Pegadaian Kanwil Surabaya (Maret -November 2013)
– Manager Area Pegadaian Kendari (November 2013-Maret 2014)
– Deputy Bisnis di Madura (Maret 2014-Februari 2016)
– Deputy Bisnis Pegadaian Makassar II (Februari 2017- sekarang)

Most Popular

To Top