Utamakan Disiplin dan Loyalitas Kerja – UPEKS
TAMU EKSPRES

Utamakan Disiplin dan Loyalitas Kerja

Drs. H. Mansyur T, M.Pd, Kepala Pelaksana BPBD Majene

Menjadi abdi negara alias Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah pasti menjadi harapan dan cita-cita banyak orang. Namun, hanya mereka yang tulus mengabdi yang mengetahui tanggungjawabnya sebagai pamong sejati.

Seperti sosok Drs. H. Mansyur T, M.Pd. Berlakang pendidikan dari sekolah bernuansa islami pamong ini sangat mengutamakan disiplin, tanggungjawab dan loyalitas dalam menjalankan tugas. Ia juga merupakan sosok pamong yang tegas.

Pria kelahiran Balombong, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, 31 Desember 1958 ini menyelesaikan SD, PGA 4 Tahun dan PGA 6 Tahun di daerah kelahirannya Majene, Sulawesi Barat. Kemudian masuk ke Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin di Makassar dan selesai tahun 1986. Kemudian melanjutkan studi S2 Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2004.

Berbekal ilmu pendidikan dengan pendekatan agama yang kuat, membuat bapak enam orang ini sukses mengemban amanah sebagai pamong menduduki jabatan strategis. Tahun 2001-2005 menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Majene, selanjutnya tahun 2005-2009 diangkat sebagai Kadis Informasi Komunikasi dan Pariwisata Majene. Kemudian tahun 2009-2011, dimutasi sebagai Kepala Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Majene. Awal pertengahan tahun 2011 kembali dimutasi menjadi Kepala Pelaksana BPBD Majene hingga sekarang.

Semasa menjabat Kepala Pelaksana BPBD Majene, Mansyur aktif mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan tugasnya. Seperti
mengikuti rapat Koordinasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Tingkat Nasional Tingkat Manajerial di Jakarta tahun 2012, Pelatihan
Simulasi Penanggulangan Bencana Tingkat Nasional di Jakarta tahun 2015.

Berkat dedikasi dan loyalitasnya dalam mengikuti pelatihan, ia berhasil mendapatkan penghargaan yang diterima dari LAN Pusdiklat Sespimnas Bidang Kepemimpinan.
“Alhamdulillah, saya meraih penghargaan LAN Pusdiklat Sespimnas Bidang Kepemimpinan,” ujarnya kepada Upeks, baru-baru ini.

Selain itu, ia juga punya banyak pengalaman mengikuti kursus/ diklat, antara lain Kursus Kewartawanan di Ujung Pandang tahun 1988, Pelatihan Guru Agama Islam di Ujung Pandang tahun 1993, Penataran Mata Pelajaran Ekonomi di Ujungpandang tahun 1997, Diklat Calon Kepala Sekolah di Ujungpandang tahun 1998, Diklat Bendaharawan Pengeluaran di Majene tahun 2000, Diklat PIM Tingkat II di Jakarta tahun 2002, dan Diklat Pembina dan Pengelola Pendidikan di Bandung tahun 2002.

Bermodal pengalaman mengikuti pelatihan dan kursur/ diklat membuat suami dari Dra. Hj. Sufiati ini, sukses menjadi pamong sejati. Terutama
saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majene.

Dirinya dilantik 7 November 2011 dilantik secara definitif sebagai Kepala Pelaksan BPBD Kabupaten Majene.

Menurutnya sejarah terbentuknya BPBD Kabupaten Majene, secara Yuridis BPBD Kabupaten Majene dibentuk pada tanggal 29 September tahun 2010 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majene nomor 4 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majene, namun secara operasional mulai berjalan sejak tanggal 22 November 2010. Dengan ditetapkannya peraturan Bupati nomor 28 tahun 2010 ditunjuk Asisten I, Drs Arifuddin sebagai pelaksana tugas Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Majene sampai 6 Nopember 2011. “Saya menggantikan Drs Arifuddin setelah selesai masa jabatannya. Visii BPBD Kabupaten Majene yakni BPBD Yang Tangguh dan Sigap Dalam Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana,” tandasya. (Ali/hms)

Selalu Bersiaga 24 Jam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini dituntut memiliki kesiapsiagaan yang maksimal, karena ancaman bencana seperti banjir dan longsor sewaktu-waktu terjadi.
Seperti di Kabupaten Majene, yang termasuk daerah rawan bencana yakni banjir dan longsor. Selain itu, nantinya di musim kemarau ancaman
kebakaran hutan pun harus dihadapi. Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus dari segala aspek dalam menghadapi bencana yang
datang tanpa kenal waktu.

“Langkah-langkah yang dilakukan oleh BPBD Majene dalam menghadapi bencanca Banyak hal yang telah kita persiapkan, karena bencana datang dengan cepat, bahkan di luar pediksi. Kita memiliki dua tim yang siap diturunkan kapan pun dan dimanapun, karena selalu bersiaga 24 jam.

Tim tersebut terdiri dari Pemadam Kebakaran dan Tim Reaksi Cepat yang selalu kita turunkan saat bencana terjadi. Intinya Kami Siap Kapanpun dan Dimanapun,” kata Mansyur.
Menurut mantan Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Majene ini, untuk peralatan yang digunakan saat ini, memang masih dinilai kurang, namun hal itu tidak menghalangi kita untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana.

“Kekurangan peralatan yang ada itu, perlahan-lahan akan kita lengkapi. Sejauh ini kekurangan tidak mengganggu kinerja para personel BPBD,” ujarnya.
Bahkan kata dia, pemerintah Kabupaten Majene terus memberikan dukungan kepada BPBD, dengan melakukan penambahan personel, Dari
pemerintah provinsi maupun pusat dalam hal ini BNPB, pada umumnya dukungan diberikan dalam bentuk peralatan, logistik dan biaya untuk
tanggap darurat. Semua itu sangat membantu kita dalam penanganan bencana.

Mansyur juga mengatakan, tugas BPBD selaku garda terdepan dalam penanggulangan bencana dituntut untuk selalu waspada dan siap siaga
sebagai sebuah lembaga yang berfungsi melindungi masyarakat.

“BPBD itu lembaga yang luar biasa. Kami bekerja 1×24 jam, 7 hari seminggu. Kami selalu siap siaga untuk menangani bencana alam,
termasuk kebakaran.” Tutur Kepala Pertama BPBD Kabupaten Majene Mansyur mengatakan, BPBD memiliki 3 sistem kerja. Yaitu, Pra Tanggap Darurat, Ketika Kejadian, dan Pasca Bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah ini juga memikirkan solusi setelah terjadi bencana, kerusakan apa yang harus diperbaiki. BPBD juga memiliki 3 fungsi, yakni Komando, Koordinator, dan Pelaksana.

“Diantaranya, membuat Program Sekolah Aman Bencana. BPBD dating langsung ke sekolah-sekolah, memberikan sosialisasi kepada siswa, apa potensi bencana di lingkungan sekolah atau rumah. Perlahan tapi pasti, kami berharap masyarakat Majene menjadi masyarakat yang tangguh bencana,” terang Mansyur

Pada era saat ini lanjutnya Mansyur, BPBD ingin merubah mindset masyarakat terhadap penanggulangan bencana. Dari konservatif menjadi penanggulan bencana dengan mengurangi resiko. Konserfatif disini, memiliki arti jika ada bencana, masyarakat tidak ribut, pemerintah tidak panik.

”Hal inilah yang ingin dirubah oleh BPBD melalui kegiatan-kegiatan pasca bencana, seperti, sosialisasi, edukasi, pelatihan atau
simulasi,” pungkasnya. (Ali/hms)

Siap Lindungi Masyarakat dari Ancaman Bencana

Meskipun pada umumnya bencana alam tidak mungkin dicegah, akan tetapi lebih baik lagi apabila dilakukan usaha-usaha pencegahan atau pengurangan bencana alam. Serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana disebut mitigasi.

Perbedaan mendasar, BPBD adalah unit kerja yang mengharuskan personelnya sigap, tanpa kenal waktu. Untuk itu, koordinasi dan
kebersamaan harus tercipta dari level pimpinan hingga personalia di lapangan.

Kalimat tersebut, tak henti-hentinya disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Majene ketika rapat kerja dengan para bawahannya. Mulai dari level
kepala bidang hingga staf.

“Selain karena BPBD diminta untuk tetap sigap, 24 jam. Juga karena BPBD, menjadi garda terdepan ketika terjadi bencana. Sehingga, mau atau tidak, personel BPBD diwajibkan untuk menjadi orang yang pertama tiba di lokasi ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Meskipun secara pribadi ia tidak menginginkan terjadi bencana.

Ayah enam anak ini meminta kepada mansyarakat untuk tetap waspada terhadap segala potensi bencana yang dapat terjadi. Terutama ancaman longsor dan banjir.

Terobosan yang rencana dilakukannya adalah dengan membentuk kader-kader pencegah bencana di tiap Desa. Hal ini juga demi mengantisipasi dampak dari resiko Bencana jika suatu waktu terjadi,”Harapan kami, para kader tersebut, setidaknya mampu berkoordinasi jika terjadi bencana. Atau dapat bertindak dan memberikan tindakan pertama,”tandasnya.

Cara ini dirasa ampuh, untuk bisa mengantisipasi pencegahan bencana menjadi lebih besar. Sehingga ketika terjadi bencana, masyarakat tidak panik, dan pencegahannya pun tidak dilakukan dengan sembarangan. (Ali/hms)

DATA DIRI
Nama : Drs.Mansyur T, M.Pd
NIP : 195812311989031133
TTL : Balombong, 31 Desember 1958
Pangkat (Golongan): Pembina Utama Muda (IV/c)
Pendidikan Terakhir: S2
Alamat : Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur

Istri : Dra. Hj. Sufiati
Pekerjaan: Guru SMA Negeri 2 Majene
Anak : 6 orang, 3 Putra dan 3 Putri

Jenjang Pendidikan:
– SD di Majene
– PGA 4 Tahun di Majene
– PGA 6 Tahun di Majene
– S1 Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin di Makassar (1986)
– S2 UNM (2004)

Riwayat Jabatan:
– Kadis Pendidikan Kab. Majene (2001-2005)
– Kadis Informasi Komunikasi dan Pariwisata Majene (2005-2009)
– Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Majene (2009-2011)
– Kepala Pelaksana BPBD Majene (2011- sekarang)

Riwayat Kursus/ Diklat
– Kursus Kewartawanan di Ujung Pandang (1988)
– Pelatihan Guru Agama Islam di Ujung Pandang (1993)
– Penataran Mata Pelajaran Ekonomi di Ujungpandang (1997)
– Diklat Calon Kepala Sekolah di Ujungpandang (1998)
– Diklat Bendaharawan Pengeluaran di Majene (2000)
– Diklat PIM Tingkat II di Jakarta (2002)
– Diklat Pembina dan Pengelola Pendidikan di Bandung (2002)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!