Awali Karier Sebagai Guru SDLB – Upeks.co.id
TAMU EKSPRES

Awali Karier Sebagai Guru SDLB

 

M. Dardi S.Ag, MH, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Majene

Menjadi seorang pamong sudah pasti menjadi impian semua orang. Apalagi, mereka yang memang berniat mengabdikan diri untuk masyarakat.

Seperti Dardi S.Ag, MH. Pria kelahiran Majene, 31 Desember 1963 ini mengawali kariernya di Bidang Pendidikan pada tahun 1985 sebagai seorang guru. Pernah menjadi Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) tahun 1998-2003.

Pengabdiannya terus berlanjut saat menjabat Kepala Kelurahan Mosso Dhua, Kecamatan Sendana tahun 2003-2005. Kemudian tahun 2005 sampai 2017 menjabat Kepala Bidang di tiga instansi, yakni Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perhubungan dan terakhir menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) MaMenurut Dardi, mendapatkan amanah sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Instnasi BPBD Majene merupakan sebuah tanggungjawab yang besar.

Pasalnya, pada instansi BPBD ini butuh kerja keras dan keseriusan dalam menghadapi terjadinya bencana. ”Kita harus siap sedia, sebab ini menyangkut soal keselamatan masyarakat,” katanya kepada Koresponden Upeks di Majene, baru-baru ini.

Tugas yang diemban sebagai Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Majene, kata Dardi tentunya selalu siap membantu Kepala Pelaksana BPBD dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan di bidang pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan pada pra bencana serta pemberdayaan masyarakat,

”Saya sebagai Kepala Bidang tentunya setiap saat selalu siap membantu pimpinan sesuai tupoksi saya dan baru-baru ini juga saya mengikuti Rakernas di Bandung,” terangnya.

Pengalaman demi pengalaman dalam mengabdikan diri sebagai seorang pamong, membuat M. Dardi semakin dekat dengan masyarakat. Apalagi, sejak dirinya ditempatkan di BPBD Majene, ia selalu berbagi suka dan duka dengan masyarakat yang ditimpa musibah.

“Berada di tengah masyarakat dan membantu mereka yang mengalami musibah bencana itulah sudah menjadi tugas kami,” tegasnya. (ali/hms)

Pendidikan Siaga Bencana ke Sekolah

Kegiatan pengurangan risiko bencana sebagaimana dimandatkan oleh Undang-undang No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana harus terintegrasi ke dalam program pembangunan, termasuk dalam sektor pendidikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, M.Dardi menjelaskan bahwa dalam undang-undang tersebut bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana.

Menurutnya dalam Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia. Serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Setiap orang harus mengambil peran dalam kegiatan pengurangan risiko bencana maka sekolah dan komunitas di dalamnya juga harus memulai mengenalkan materi-materi tentang kebencanaan sebagai bagian dari aktifitas pendidikan keseharian,” terangnya.

Dardi mengatakan, uaha meningkatkan kesadaran adanya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, di dunia pendidikan harus dilaksakanakan baik pada taraf penentu kebijakan maupun pelaksana pendidikan di pusat dan daerah. Dengan harapan pada seluruh tingkatan memiliki pemahaman yang sama akan perlunya pendidikan kesiapsiagaan bencana tersebut.

“Pendidikan siaga bencana dapat dilaksanakan melalui berbagai jenis pendidikan, baik formal, non formal, maupun informal. Pendidikan siaga bencana secara formal dapat dilaksanakan secara terintegrasi ke dalam muatan kurikuler yang telah ada, atau menjadi mata pelajaran sendiri yaitu muatan lokal,” paparnya.

Penyelenggaraan pendidikan menurutnya disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan sekolah maupun daerah. Pelaksanaannya dapat bermitra dengan berbagai unit atau para pihak terkait, sehingga tujuan dari pendidikan ini dapat tercapai secara optimal dalam rangka penyiapkan generasi muda yang tangguh, cerdas secara akademik dan emosi, serta berperan aktif pada masyarakat lokal dan global.

“Apabila pendidikan kebencanaan dapat diterapkan di sekolah secara universal (pada semua jenjang pendidikan), maka yakin bahwa paling lama lima tahun yang akan datang. Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tidak perlu lagi diprogramkan dalam APBD, karena siswa yang telah mendapat pelajaran kebencanaan tersebut sudah masuk menjadi anggota masyarakat,” tandasnya. (ali/hms)

Gencar Sosialisasi Tanggap Bencana Kepada Masyarakat

Meski tidak dalam kondisi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene tetap siaga. Berbagai program pun dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat untuk tanggap bencana. Tujuannya agar dapat mencegah bencana atau menanggulangi bencana saat kejadian.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Majene, M.Dardi mengatakan, sesuai arahan Kepala Pelaksana BPBD Majene bahwa petugas BPBD tidak hanya melaksanakan kegiatan saat bencana terjadi seperti banjir dan longsor, maupun kebakaran. Tetapi petugas BPBD harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terhindar dari bencana.

“Sosialisasi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana memang sudah menjadi tugas kita. Diharapkan pemahaman kepada masyarakat ini bisa
meminimalisir bencana yang datang,” kata Dardi.

Dardi mengungkapkan, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Majene. misalnya kegiatan pencegahan kebencanaan yang berbentuk
sosialisasi dan pelatihan. Sasaran kegiatannya mulai dari instansi pemerintah dan swasta.

“Di beberapa instansi pemerintah BPBD memberikan pelatihan bagi personel tentang kebencanaan dan manajemen keselamatan,” ujar mantan
Kepala Bidang Perhubungan Laut ini.

Kemudian materi yang diberikan yaitu bagaimana teknis penyelamatan korban, jalur evakuasi dan mengimbau masyarakat jangan panik saat
terjadi bencana. (ali/hms)

DATA DIRI:

Nama : M. Dardi S.Ag, MH
TTL : Apoang, 31 Desember 1963
NIP : 19631231 1985111001
Pangkat /Golongan : Pembina Tingkat I/ IV/B
Pendidikan Terakhir: S2
Alamat : Kelurahan Lembang Majene

Jenjang Pendidikan:
– SD (1975)
– SMP (1978)
– STM (1982)
– SGPLB (1985)
– IAIN (1998)
– S2 (2005)

Karier Jabatan:
– Guru SDLB (1985)
– Kepala Sekolah SDLB (1998-2003)
– Lurah Mosso Dhua (2003-2005)
– Kepala Bidang Sosial dan KB (2005-2008)
– Kepala Bidang Sosial Naker Trans (2008-2010)
– Kepala Bidang Perhubungan Laut (2010-2017)
– Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (2017-sekarang).

BERITA POPULER

To Top