NH Tinggalkan Nurdin Abdullah – UPEKS
PILKADA

NH Tinggalkan Nurdin Abdullah

Kadir Sebut Hampir Pasti Berpasangan Aziz

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Skenario mengawinkan Ketua Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid (NH) dengan bupati Kabupaten Bantaeng Nurdin Abdullah hampir pasti sulit terealisasi. Itu setelah NH memutuskan meninggalkan Nurdin Abdullah dan berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid mengungkapkan, kemungkinan paket Nurdin Halid dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar sudah mencapai 90%. Bahkan keduanya sudah sama-sama melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

“Sudah 90% mendekati paket. Bahkan beberapa kali Pak NH dan Ustad Aziz bertemu dan melakukan sosialisasi. Soal Pak Nurdin Abdullah, biar saja bersama Pak Tanribali,” ujar Kadir Halid saat ditemui di ruang kerjanya di Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Senin (17/4) kemarin.

Menurut Kadir, deklarasi keduanya (NH-Aziz) rencananya akan dilakukan setelah Idul Fitri atau bulan Juli. Soal lokasinya, Kadir masih merahasiakan dengan alasan belum diputuskan bersama tim pemenangan NH.

“Waktu dan tempat pastinya nanti saja disampaikan. Terpenting paket ini sudah bisa disebut jadi,” pungkasnya.

Meski sudah memutuskan bersama AQM–sapaan akrab Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, sambung Kadir, namun Nurdin Halid tetap mengajukan tiga nama calon wakilnya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar karena merujuk pada mekanisme di tubuh Partai Golkar.

“Mekanismenya calon gubernur yang diusung diminta mengirim tiga nama calon wakilnya ke DPP. Kemudian DPP memutuskan. Tapi itu mekanisme, yang mau pakai wakilnya kan calon gubernurnya,” terang Kadir.

Sebelumnya, paket Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar kembali mencuat. Kepastian tersebut diutarakan orang dekat Abdul Aziz, Irfan Yahya, merespons sejumlah dinamika politik terkini Sulsel. “Insya Allah, hampir pasti Ustad Aziz akan kembali bertarung di Pilgub mendatang,” tegas Irfan melalui telepon genggamnya, beberapa waktu lalu.

Menurut Irfan, Abdul Aziz selama ini banyak didekati sejumlah figur calon untuk diajak berpasangan. Namun yang intens membangun komunikasi adalah Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid.

“Kedekatan Pak Nurdin Halid (NH) dengan Ustad Aziz juga terlihat saat di HMI. Kemudian adik Pak NH (Azis Halid) juga salah satu pendiri pesantren Hidayatullah,” sebut Irfan.

Irfan menjelaskan perkembangan sikap politik Abdul Aziz tidak terlepas dari masukan sejumlah elemen organisasi atau komunitas yang selama ini berada di belakangnya. Termasuk masukan sejumlah mantan tim pemenangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IAS-AQM) di Pilgub Sulsel 2013 silam.

Mereka meminta kesediaan Abdul Aziz untuk kembali maju di Pilgub Sulsel. Aspirasi masyarakat bawah memintanya kembali hadir mewakili aspirasi umat. “Mereka berharap, Ustad Aziz bisa segera merespons aspirasi masyarakat dan umat ini. Desakan ini seperti tidak ada habisnya. Makanya, Ustaz meresponsnya dengan lebih cepat,” tegas Irfan.

Selain itu, sambung Irfan, aspirasi pendukung dan keluarga Abdul Aziz juga sepakat untuk tidak berbicara soal sudah berapa kali dia maju di Pilgub. “Yang sepakat dibicarakan adalah tentang nilai apa yang kita perjuangkan,” sambungnya.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Jayadi Nas menilai, melihat popularitas dan elektabilitas seluruh calon gubernur yang hampir merata, posisi calon wakil bisa dipastikan akan kurang memberikan pengaruh besar.

“Kalau saya melihat wakil tidak terlalu berpengaruh. Tapi kita kembalikan ke pribadi calon gubernurnya. Posisi wakil paling lebih mengakomodasi kepentingan wilayah saja,” sebutnya. (mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!