UTAMA

Tekan Harga, Bulog Bentuk 600 RPK

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menyatakan siap menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan.

Kepala Divisi Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Dindin Syamsuddin mengaku, Bulog sendiri telah menyiapkan dua langkah untuk memastikan tidak ada gejolak harga pangan saat Ramadan.

Pertama, Bulog Sulselbar berupaya melakukan optimalisasi program Rumah Pangan Kita (RPK). Hingga April, pihaknya telah membentuk lebih dari 600 RPK. Kebanyakan diakuinya tersebar di Kota Makassar.

Melalui RPK, Bulog optimistis harga pangan semakin terkendali. Alasannya, ruang bagi pelaku pasar yang ingin menaikkan harga pangan akan semakin sempit. Pasalnya, RPK hadir dengan harga pangan murah dan terjangkau.

Menurut Dindin, keberadaan RPK memang tidak sekadar untuk pengendalian harga di pasar, melainkan juga memberdayakan masyarakat serta mengurangi pengangguran. Bulog Sulselbar mendorong masyarakat yang ingin berwiraswasta untuk ikut dalam RPK.

“Persyaratannya mudah, dan modal yang dibutuhkan tidak besar. Cukup dengan surat keterangan dari kelurahan dan dana sekitar Rp2 juta sudah bisa,” jelasnya, Kamis (20/4/17).

Ia menambahkan, pihaknya juga membuka kesempatan bagi pihak lain di luar instansi pemerintah yang ingin melaksanakan pasar murah. “Pelaksanaan pasar murah demi kepentingan umum dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan. Jadi, kami terbuka kepada pihak manapun. Silahkan, siapa yang mau melaksanakan operasi pasar, kami siapkan komoditas pangannya,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut dia, untuk saat ini, Bulog Sulselbar sebatas menyuplai tiga komoditas pangan untuk RPK. Di antaranya beras, gula pasir dan minyak goreng. Harga jual ke agen RPK dipastikannya di bawah harga pasar.

“Kami berikan margin yang pastinya mendapatkan untung. Bulog Sulselbar sendiri menargetkan pendirian sekitar 2.300 RPK pada 2017,”ungkapnya.

Untuk mengejar target 2.300 RPK, Bulog Sulselbar mengoptimalkan karyawannya yang berjumlah ratusan dalam pembinaan. Dindin juga ikut memberdayakan Satpam maupun petugas kebersihan di lingkungannya. Tak hanya itu, bos Bulog Sulselbar ini juga mendorong istri para anak buahnya untuk mendirikan rumah pangan mengingat modalnya tidak seberapa.

Ia menegaskan, manfaat RPK sangat besar. Keberadaan RPK telah terbukti membuat pangan, khususnya beras, minyak dan gula pasir akan lebih mudah dan murah diperoleh. Bila RPK telah tersedia secara merata di setiap sudut kota hingga desa, pemerintah tidak perlu lagi melakukan operasi pasar dalam mengendalikan harga pangan.

“Termasuk tidak lagi harus jauh ke pasar, hanya untuk membeli satu atau dua jenis kebutuhan pokok. Kelebihan RPK yakni selain lebih mudah dijangkau, harganya pun lebih bersaing untuk bisa memastikan harga pangan stabil di pasaran. Kalau nantinya sudah banyak RPK, maka tidak perlu lagi dilakukan operasi pasar,” kata Dindin.

Selain itu, Dindin mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan operasi pasar atau pasar murah di sejumlah tempat dalam waktu dekat. Pelaksanaan pasar murah dilaksanakan dengan menggandeng banyak pihak.

“Untuk saat ini, pihak dinas perdagangan setempat telah melakukan koordinasi dengan Bulog Sulselbar. Kami sudah gelar dua kali rapat dan pada intinya siap melakukan operasi pasar mengingat stok pangan cukup banyak,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah, mengaku setiap momen hari besar, pihak selalu bergerak untuk melakukan stabilisasi harga. Kendatipun diakuinya, gejolak harga hampir pasti terjadi saat hari-hari besar.(eky/rif)

Most Popular

To Top