Pemprov Genjot Pariwisata Mamago – UPEKS
ANEKA

Pemprov Genjot Pariwisata Mamago

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Sektor pariwisata diyakini dapat mengalahkan sektor Migas sebagai pilar perekonomian Indonesia pada masa mendatang. Terlebih, sektor pariwisata mampu menyumbang devisa yang cukup besar dan membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah massif.

Demikian diungkapkan Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Aksesibilitas Udara Robert Daniel Waloni dalam program Collaborative Destination Development (CDD) yang dilaksanakan Pemprov Sulsel kerjasama PT Angkasa Pura I (Persero), untuk mengembangkan potensi destinasi pariwisata di Sulawesi Selatan khususnya wilayah Mamago (Maros, Makassar, Gowa).

Untuk itu, salah satu upaya mendongkrak wisatawan, selain membenahi destinasi wisata dan infrastruktur pendukung adalah pengembangan bandara. Menurutnya, investasi Rp3 hingga Rp5 triliun untuk mengembangkan bandara akan memperoleh keuntungan berlipat. Dengan didukung bandara yang bagus, maka akses suatu daerah untuk dikunjungi akan semakin terbuka.

Hal itu dilakukan, kata Robert, karena Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong sejumlah daerah untuk mengembangkan potensi wisatanya guna mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara. Di Sulsel, Kemenpar tidak hanya mengandalkan Toraja, tapi juga tiga daerah yang tersinkronisasi dalam program visit Makassar, Maros dan Gowa (Mamago). Kemenpar bahkan memasang target tinggi mencapai 1 juta turis asing ke Mamago pada 2028.

“Target 1 juta Wisman ke Mamago pada 2028 hanya bisa tercapai melalui sinergi seluruh pihak, khususnya kepala daerah setempat. Diharapkan adanya konsistensi dukungan dari kepala daerah, meski terjadi pergantian kepemimpinan alias Pilkada. Pengembangan pariwisata harus menjadi prioritas daerah, sebagaimana yang dilakukan pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Robert, untuk merealisasikan target 1 juta wisatawan mancanegara ke Mamago memang membutuhkan kerja keras. Alasannya, kunjungan ke Mamago maupun Sulsel pada umumnya didominasi wisatawan domestik. Adapun kunjungan wisatawan mancanegara terbilang kecil. “Khusus untuk Makassar misalnya, dari 4,7 juta wisatawan yang berkunjung pada 2016, hanya 85.644 di antaranya yang berasal dari luar negeri,” tukasnya.

“Kalau pemerintah bisa memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara 20 juta pada 2019, maka perekonomian Indonesia ke depan akan berubah dari migas menjadi pariwisata. Untuk itu, daerah diharapkan mampu berkontribusi dalam sektor pariwisata dengan mengembangkan potensi destinasi wisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menuturkan, Pemprov Sulsel terus mendorong perkembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk mengikuti perkembangan zaman. Pasalnya, bandara merupakan halaman depan suatu daerah, artinya ketika seseorang berkunjung ke salah satu daerah melalui transportasi udara, maka yang pertama terlihat atau dirasakan adalah Bandara.(eky/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!