Perbesar Penjaminan, Jamkrida Sulsel Ikut Konsorsium – Upeks.co.id
PERBANKAN FINANCE

Perbesar Penjaminan, Jamkrida Sulsel Ikut Konsorsium

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Seluruh Perusahaan Penjaminan Daerah (Jamkrida) di tanah air sepakat konsorsium alias melakukan penjaminan bersama. PT Jamkrida Sulsel pun tak ketinggalan sebagai upaya memperbesar volume penjaminan.

Direktur Utama PT Jamkrida Sulsel, Mulyan Pulubuhu, mengatakan, total Jamkrida di Indonesia ada 18 perusahaan. Semuanya sepakat melakukan konsorsium untuk penguatan penjaminan. Tujuannya, bisa mengcover penjaminan berskala besar.

“Rencana agenda konsorsium ini pada tanggal 26 April di Semarang. Ini inisiatif dari seluruh Jamkrida yang merasa kebutuhan untuk bersatu ini sudah sangat dibutuhkan. Setelah perwakilan Jamkrida membubuhi tandatangan kesepakatan itu, akan dilanjutkan ke OJK pusat untuk perizinannya,” kata Mulyan, kepada Upeks di ruang kerjanya, Jumat (20/4/17).

Menurut Mulyan, langkah strategis ini tidak sama sekali bertentangan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Justru OJK memberikan kemudahan dalam pengembangan penjaminan di daerah.

Konsorsium ini, lanjutnya, akan menghasilkan kerjasama berkelanjutan dalam hal penjaminan khususnya untuk obyek penjaminan yang tidak terakomodir oleh kemampuan satu Jamkrida saja. Apalagi sesuai ketentuan, jaminan pelaksanaan persatu obyek maksimal 20% dari nilai obyek penjaminan.

“Misal proyek dari anggaran ABPN yang nilainya Rp100 miliar, maka Jamkrida harus jamin minimal Rp20 miliar. Nah disinilah manfaat kerjasama konsorsium ini. Kita bisa konsolidasikan, siapa yang mau mengcover penjaminan itu. Jadi, resiko juga akan terbagi dan saling menopang satu dengan yang lainnya,” akunya.

Mulyan bilang, selain itu integrasi ini akan menggaet kepercayaan dari perusahaan akan jauh lebih menjanjikan. Perusahaan akan semakin yakin pada penjaminan yang dilakukan tidak hanya satu perusahaan penjaminan.

“Konsorsium akan semakin memperbesar volume penjaminan Jamkrida Sulsel karena bisa menjamin obyek di luar Sulsel. Tapi kembali lagi tawarannya bergantung Jamkrida yang ada di wilayah obyek penjaminan tersebut,” terangnya.

Selain konsorsium, tambahnya, Jamkrida Sulsel intens melakukan sosialisasi dan edukasi. Teranyar, perseroan bersama mahasiswa dari STIE Nobel menghelat keiatan edukasi sebagai upaya memperkenalkan lebih jauh tugas dan fungsi dari perusahaan penjaminan.

“Kita sampaikan ke mahasiswa-mahasiswi bahwa Industri Jasa Keuangan (IKNB) itu tidak hanya perbankan dan pembiayaan saja. Jamkrida hadir menjadi solusi di setiap masalah jaminan nasabah,” terangnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Akademik STIE Nobel, Muhammad Saleh, menjelaskan kehadiran mahasiswa semester enam ini untuk membuka wawasan di luar dari materi dalam mata kuliah kewirausahaan yang diterima saat ini. Materi disingkronkan dengan kondisi riil industri, perusahaan dan kegiatan uang berkaitan dengan usaha yang akan didirikan nanti.

“Mahasiswa kita ini saat wisuda juga diumumkan usaha apa yang digelutinya. Artinya, mereka wajib memiliki usaha sebelum keluar di masyarakat. Makanya, kami bawa ke perusahaan dan industri yang ada kaitannya dengan dunia usaha. Mulai akses modal dengan kunjungan ke bank BRI, ke industri berbasis dan ke Jamkrida ini. Harapannya, mereka bisa belajar dari sini,” pungkasnya. (hry/suk)

Click to comment
To Top