Utang Pemprov Tersisa Rp166 M – Upeks.co.id
UTAMA

Utang Pemprov Tersisa Rp166 M

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemprov Sulsel masih menyisakan utang sebesar Rp166 miliar pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Utang pokok pemprov di PIP yang dikeluarkan pada 2013 lalu mencapai Rp472 miliar.

Pinjaman tersebut ditempuh Pemprov untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah ini. Sedang pembayaran bunga dan utang pokok mulai dibayarkan sejak 2015, yang bersumber dari APBD tahun berjalan.

“Jalan terus, pembayarannya jalan, dan bunga lancar. Tidak ada masalah sampai sekarang. Sudah dihitung sampai akhir periode sudah selesai. Perjanjiannya seperti itu,” ungkap Andi Arwin Azis, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel.

Arwin menegaskan, pembayaran utang tersebut sudah dialokasikan dalam APBD dan akan diselesaikan tahun ini juga. Hingga Februari lalu, sisa utang yang tercatat masih Rp166 miliar.

“Tahun ini kita genjot. Tahun depan sudah tidak ada pembayaran lagi. Total utang Rp472 miliar, sudah dibayarkan mulai 2015. Jumlah pokok utang yang dibayarkan sampai Februari ini, sebesar Rp306 miliar, sehingga tersisa Rp166 miliar,” terang Arwin, di ruang kerjanya, kemarin.

Sebelumnya, Sekprov Sulsel, Abdul Latif menjelaskan, dana pinjaman PIP tersebut hingga kini sudah hampir lunas. Sebab setiap tahun Pemprov mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pengembalian. Menurut dia, dana PIP yang dipinjam pada 2013 lalu itu, menjadi salah satu sumber anggaran pembangunan.

“Itu merupakan salah satu sumber anggaran daerah untuk melaksanakan pembangunan. Itu menjadi Sumber dan akan masuk kedalam batang tubuh APBD, kemudian dikategorikan sebagai dana APBD provinsi,” ungkapnya.

Ia kemudian menjabarkan, anggaran sebesar itu dialokasikan, untuk membangun sejumlah infrastruktur dan jalan dibeberapa daerah di provinsi ini, termasuk untuk irigasi dan jembatan pada proyek CPI. “Dana itu juga digunakan untuk menyelesaikan pembangun jembatan di area reklamasi CPI sebesar Rp23 miliar,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku bahwa pinjaman PIP itu akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur.

Menurutnya, pinjaman tersebut penting, lantaran di Sulsel terdapat 3.000 kilometer jalan yang harus dimaintenance. Dari 3.000 kilometer tersebut, 280 kilometer diantaranya dalam kondisi rusak.

“Tahun sebelumnya, kami hanya mampu membenahi (jalan rusak) 48 kilometer. Sisanya masih cukup bersoal. Kategorinya, ada yang rusak ringan, sedang dan berat. Kita berharap, kantong-kantong ekonomi kita dengan peminjaman, kita bisa kejar ketertinggalan,” pungkasnya.(eky/rif)

Click to comment
To Top