TAMU EKSPRES

Modal Ilmu Ekonomi Sukses Berkarier

Mulyan Pulubuhu, Direktur Utama PT Jamkrida Sulsel

Kesuksesan dalam berkarier tidak hanya ditentukan oleh usaha atau kerja keras. Tetapi, juga didukung oleh disiplin ilmu yang dimiliki. Seperti

Mulyan Pulubuhu yang sukses di bidang keuangan dan perbankan. Modal disiplin ilmu ekonomi yang di peroleh dari Universitas Hasanuddin (Unhas), pria Kelahiran Pria Kelahiran Gorontalo, 14 Mei 1954 ini kemampuannya tak diragukan lagi.

Berbekal pengalaman sebagai pimpinan koperasi dan di beberapa bank swasta sejak tahun 1980, menjadikan sosok Mulyan Pulubuhu memiliki kredibilitas dalam industri perbankan yang mumpuni. Hal itu pula yang menjadikannya mampu melewati ketatnya tes seleksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurutnya, kepemimpinan yang bermutu adalah mampu menyatukan karyawan dengan berbagai latar belakang. Sehingga, upaya menjalankan visi misi perusahaan bisa sejalan.

“Saya tahu kita datang dari latar belakang lingkungan dan basic yang berbeda. Tapi, selalu saya berpesan, tinggalkan budaya perusahaan lama dan mari kita menyatukan pandangan dan budaya baru,” kata kepada Upeks saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Awal kariernya pada tahun 1980-1982 tercatat menjabat sebagai Pembina Manager Koperasi, Departemen Perdagangan Koperasi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Luwuk Banggai. Kemudian, bertugas mengelolah likuiditas bank dan melaporkan kondisi likuiditas ke Bank Indonesia saat menjabat Kepala Bagian Operasional Bank Duta Cabang Makassar tahun 1984-1985.

Selanjutnya, tahun 1985 diamanahkan sebagai Pjs Kepala Bagian Luar Negeri Bank Duta Cabang Makassar, dan tahun 1986 menjadi Kepala Bagian Kredit (Head Group) sektor perdagangan dan Jasa, Bank Duta Cabang Makassar. Hingga mendapatkan kepercayaan menjabat Kepala Cabang Bank Universal Makassar tahun 1989-1992.

Diketahui, Bank Universal dulunya bernama Bank Marannu yang diakuisisi oleh PT Astra internasional. Kemudian, sahamnya digabung dengan Bank Bali dan berubah nama menjadi Bank Permata saat ini.
Tiga tahun di posisi kepala cabang, Mulyan beranjak ke PT BPR Sulawesi Danajaya menjabat sebagai Direktur Utama tahun 1996-2006.

Kemudian pengabdian berlanjut di Perusahaan milik Pemerintah Provinsi Sulsel sebagai Direktur Utama dan Keuangan sejak 2010-2016 dan akhirnya diangkat sebagai Direktur Utama PT Jamkrida Sulsel sejak Oktober tahun 2016 lalu. (hry/hms)

Perluas Kemitraan dan Perbanyak Rekanan

Kini, Mulyan diberi amanah menjabat Direktur Utama PT Jamkrida Sulsel sejak Oktober 2016 hingga sekarang. Ia lebih fokus mengarahkan PT Jamkrida Sulsel untuk memperluas kemitraan dengan bank dan membanyak rekanan seperti SKPD dan asosiasi jasa konstruksi. Upaya ini dilakukan untuk memperluas penetrasi produk penjaminan kredit dan penjaminan proyek (surety bond) yang saat ini memiliki kompetitor dengan pangsa pasar yang sudah lebih luas.

“Kita kan masih pemain baru. Makanya, kita fokusnya di dua itu dulu,” ujarnya.

Menciptakan budaya kerja baru dalam internal perusahaan, lanjut ayah dari empat anak itu, dilakukan dengan meningkatkan intensitas koordinasi dan trasformasi ilmu. Itu dikemas dalam bentuk pelatihan rutin maupun komunikasi terbuka setiap harinya.

“Seminggu sekali saya buat pelatihan. Apa yang saya rasa perlu ditransformasikan akan tertuang dalam training.

Baik itu cara melayani nasabah, cara bersikap. Termasuk budaya yang baik dalam perusahaan dan mengenal lebih dalam produk-produk serta pangsa pasar saat ini,” terang Kepala Cabang Bank Universal Makassar tahun 1989 itu.

Kesenangannya mengamalkan ilmu menjadikannya sering mendapat mandat sebagai pembicara di hampir semua industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo. Termasuk di beberapa instansi di Pemprov Sulsel dan Sulut.

“Saya sering bawa materi soal strategi pasar dalam penanggulangan resiko. Termasuk pengembangan sumber daya manusia di Instansi naungan Pemprov,” tutur Direktur Umum dan Keuangan Perusda Sulsel tahun 2010-2016 itu.

Mulyan selalu mengulang kalimat bahwa kehidupan ini hanya sementara dan semua yang dilakukan di muka bumi ada andil sang pencipta. Sehingga, jabatan yang diamahkan kepada dirinya adalah sebuah titipan.

Kemudian, transformasi ilmu kepada para karyawan untuk kemajuan perusahaan adalah amal jariah. Artinya, bekerja sambil beramal akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan penuh keakraban. Karyawan cerdas, pekerjaan akan terasa lebih ringan.

“Motivasi saya itu kerja kerja dan kerja. Soal pendapatan dan rejeki itu urusan Allah. Amanah tetap harus dijalankan sebaik mungkin,” pungkasnya. (hry/hms)

DATA DIRI

Nama : Mulyan Pulubuhu
TTL : Gorontalo, 14 Mei 1954
Anak : 4 orang
Alamat Kantor: Ruko Latimojong Square Jl Nico Blok H/21 Makassar.

Jenjang Pendidikan:
– SMP Negeri 3 Ujung Pandang (1969)
– SMA Negeri Gorontalo (1972)
– Fakuktas Ekonomi Unhas (1979)

Karier Jabatan:
– Pembina Manager Koperasi Luwuk Banggai, Departemen Perdagangan Koperasi Sulteng (1980-1982)
– Kabag Operasional Bank Duta Cabang Makassar (1984-1985)
– Pjs Kabag Luar Negeri Bank Duta Cabang Makassar (1985)
– Kabag Kredit (Head Group) Sektor Perdagangan dan Jasa, Bank Duta Cabang Makassar (1986)
– Kacab Bank Universal Makassar (1989-1992)
– Dirut PT BPR Sulawesi Danajaya (1996-2006.
– Dirut dan Keuangan Pemprov Sulsel (2010-2016)
– Direktur Utama PT Jamkrida Sulsel (Oktober 2016-sekarang)
Foto-foto: JUSUF WAHID/UPEKS

Most Popular

To Top