Sandingkan Akademik dan Politik – UPEKS
TAMU EKSPRES

Sandingkan Akademik dan Politik

Drs H Andi Mustaman MM, Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada (STIE Wira Bhakti Makassar)

Setiap orang punya prinsip dalam hidup. Terutama dalam berkarier. Setiap orang punya keputusan untuk memilih karier, intinya bisa bermanfaat untuk orang lain.

Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Drs H Andi Mustaman MM. Pria kelahiran Bone, 26 April 1967 silam itu berusaha untuk melakukan hal-hal positif dalam hidupnya.

Disamping sebagai seorang pendidik, ia juga berkiprah di dunia politik. Kendati sebagian masyarakat menilai pendidikan dan politik adalah dua hal yang berbeda. Tetapi, Andi Mustaman justru mampu menyandingkan akademik sebagai pegangannya dalam berkiprah di dunia politik.

“Apabila aspek pendidikan yang memanusiakan manusia diintegrasikan ke dalam etika politik, sehingga dengan begitu pencapaian politik dinilai lebih humanis dan mengantarkan masyarakat yang lebih berkemajuan,” ujarnya.

Terlahir sebagai dosen menjadi bekal di dunia politik. Hal itu pula yang membuat dirinya banyak dikenal orang sebagai Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina STIE Wira Bhakti Makassar.

Andi Mustaman menceritakan setelah menyelesaikan studi di Unhas, dirinya mulai merintis karier di dunia pendidikan. Awal mula kuliah dirinya tidak pernah berpikir bakal menjadi dosen. Yang tidak pernah berpikir sebelumnnya saat dirinya menjadi dosen pada 1987, kemudian dalam proses itu. Yayasan melihat dirinya mendapat kepercayaan sebagai Ketua II Organisasi dan Keuangan.

Seiring perjalanan waktu, amanah jabatan itu ditunaikan selama dua periode hingga menjelang tahun 2006.

Sementara terjun di dunia politik saat mendapatkan tawaran dari pendiri Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

“Saat itu ada kunjungan Bapak Riyaas Rasyid silaturahmi dan menawarkan untuk bergabung. Saya terjun di dunia politik mulai tahun 2002 melalui PDK. 2004 ada pencalonan untuk masuk di kursi DPRD Provinsi. Saat itulah saya juga mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif dan akhirnya mampu terpilih melalui partai PDK di Bone Soppeng Wajo (Bosowa) periode 2004-2009,” terang Andi Mustaman.

Sejak terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi, dirinya tak bisa merangkap jabatan antara Ketua Perguruan Tinggi dan Anggota Dewan. Ia pun mengundurkan diri dan kemudian fokus berkiprah di politik dan menjadi pengurus inti di PDK sebagai Wakil Sekretariat.

“Kemudian 2009 setelah ada kongres dan akhirnya diberikan jabatan Seketaris Umum. Sampai hari inipun juga masih menjabat di PDK. Inilah ritisan karier saya dari awal menjadi dosen hingga terjun di dunia politik,” ungkapnya.

Menurutnya, politik bisa saja bersih, bisa juga kotor tergantung bagaimana personnya memahami yang namanya politik sehingga dapat melihat bagaimana arah politik. Hal itulah yang membuat Andi Mustaman senantiasa menjunjung tinggi etika politik.

“Perlu kita ketahui ada kontra produktif antara akademisi dengan politik. Pemahaman kita, Kalau di akademisi bisa saja salah, namun tidak bisa berbohong itu prinsip itu. Kalau politik kadang berbohong tapi tidak bisa salah. Namun, dengan apa yang saya pahami bahwa saya berupaya untuk membaurkan bagaiamana makna pendidikan yang sesungguhnya dengan politik. Mendidik masyarakat itu perlu person yang
berlatar belakang politik. Dalam berhubungan kepada siapapun, saya akan selalu menjunjung etika politik yang dibarengi dengan illmu akademik,” tandasnya. (hms)

Bangun Yayasan, Cetak Akuntan Andal

Andi Mustaman memiliki banyak pengalaman. Mulai akademik, politik hingga organisasi kemasyarakatan seperti Panca Marga yang merupakan organisasi sayap sebagai Wakil Sekertaris dari perjalan itu pulalah hingga menjadi ketua di organisasi tersebut.

Setelah lama berkarier di dunia politik, akhirnya ia memutuskan untuk untuk mendirikan Yayasan Bhakti Bumi Persada menaungi kampus STIE Wira Bhakti Makassar.

Menurut suami dari Dra Hj Andi Fatimah S Alang ini, dari tahun 2000-2007 banyak upaya kerjasama kontrak yang dilakukan untuk mengembangkan kampus STIE Wira Bhakti. Hingga pada tahun 2007 berhasil memiliki bangunan kampus sendiri di Jalan AP Pettarani No.72 Kav.3-4-5 Makassar.

Persaingan kampus semakin ketat dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang intelektual dan profesional. Apalagi untuk menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), berbagai inovasi terus dilakukan demi melahirkan alumnus yang berkualitas Sesuai dengan dengan tiga misi utama STIE Wira Bhakti yakni Pertama, menyelenggarakan pendidikan akademik untuk menghasilkan SDM bertakwa, cerdas, mandiri, unggul dan profesional, menyelenggaran.

Kedua, menyelenggaran Tridharma perguruan tinggi yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat dalam rangka mendukung pembangunan daerah, nasional, serta berkontribusi pada masalah global. Ketiga, menyelenggarakan sekolah tinggi ekonomi yang baik, bersih dan akuntabel.

Mewujudkan visi ‘Menjadi Sekolah Tinggi Ekonomi Kelas Dunia”, para mahasiswa dibekali dengan pengetahuan akuntansi yang lebih baik dan mendalam sehingga kelak para alumni betul-betul dapat menjadi tenaga akuntan profesional yang memiliki daya saing yang andal di pasar kerja.

“Jadi pada dasarnya antara pendidikan dan politik itu selalu berbarengan dengan demikian kita berupaya untuk selalu menjunjung tinggi etika politik. Karena dasar saya sebagai orang yang berlatar belakang akademisi (dosen). Dan namanya Dosen pasti akan selalu menyampaikan sesuatu yang benar tehadap mahasiswanya. Dan itulah yang menjadi pegangan saya untuk bekiprah di politik,” jelas mantan Ketua STISIPOL 17 Agustus 1945 Makassar ini. (hms)

Jadikan Makassar Kota Terdidik

Andi Mustaman atau biasa disapa Aman menambahkan, dirinya memiliki niat untuk maju menjadi salah satu bakal calon Walikota Makassar karena ingin membangun Kota Makassar terutama dari segi Sumber Daya Manusianya.

Lewat prestasi yang diraih pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Andi Mustaman berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Kopertis Wilayah IX Sulawesi sebagai Tokoh Masyarakat Peduli Pendidikan.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Dr Ir Andi Niartiningsih, MP kepada Andi Mustaman selaku Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada bersama empat Ketua Yasayan Perguruan Tinggi Swasta se Sulawesi.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena salah satu dari lima Ketua Yayasan perguruan tinggi swasta lingkup Kopertis Wilayah IX Sulawesi terpilih mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Masyarakat Peduli Pendidikan,” kata Andi Mustaman usai menerima penghargaan, Selasa (2/5/2017).

Mewujudkan Makassar menjadi kota terdidik, bukan hal yang mustahil. Baginya menjadi Makassar kota terdidik dimulai dengan memperbaiki manusianya, sehingga mayarakat dapat hidup beretika, memiliki moral dan hidup saling memahami untuk dapat menciptakan toleransi.

“Prinsip kehidupan bermasyarakat ini berusaha kita transformasikan di masyarakat. Misalnya bagaimana program yang ditawarkan itu dapat mendidik masyarakat mikro. Karena masyarakat mikro inilah yang paling membutuhkan sentuhan. Maka dari itu pemerintahlah yang akan senantiasa hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Inilah yang perlu dibangun, barulah kita berbicara mengenai makronya,” terangnya.

Lanjutnya, setelah itu bagaimana kita mampu menyentuh dan menyadarkan masyarakat. Dibutuhkan kejujuran untuk mewujudkan hal tersebut. Inilah yang penting ditanamkan. “Kita perlu ketahui bahwa semua program yang ditawar sejujurnya sangat bagus, namun peran pemerintah haruslah aktif langsung menyentuh masyarakat dan mendidiknya,” jelas Andi Mustaman. (hms)

DATA DIRI:

Nama : Drs H Andi Mustaman MM
TTL : Bone, 26 April 1961
Pekerjaan: Dosen
Istri : Dra Hj Andi Fatimah S Alang
Jabatan : Kabag Destinasi Dispar Sulsel
Anak : A Imam Zulfikar Mustaman SE S.HI
Alamat : Komp. Pondok Indah, Jl Andi Tonro A3/3, Makassar

Jenjang Pendidikan:
– Tamatan SDN 154 Sengeng Palie Kec. Lappariaja (1973)
– SMPN Ujung Lamuru (1976)
– SMA Watampone (1980)
– S1 Unhas (1985)
– S2 UMI Makassar (2003)
– Sementara Program S3 UMI 2015.

Pengalaman Kerja:
– Pembantu Ketua STISIPOL 17 Agustus (1986-1998)
– Ketua STISIPOL 17 Agustus (1998-2007)
– Ketua STIE Wira Bhakti Makassar (2007-2009)
– Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada (sampai sekarang)
– Anggota DPRD Sulsel (2008-2009)
– Anggota DPRD Sulsel (2009-2014)
– Sekretaris Fraksi PDK di DPRD Sulsel (2009-2014)
– Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel (2009-2014)

Pengalaman Organisasi:
– Sekretaris Pemuda Panca Marga Sulsel (1993-2007)
– Wakil Ketua Pemuda Panca Marga DPP (2016-2020)
– Wakil Sekretaris PDK PP Sulsel (2003-2005)
– Kepala Bappilu PDK DPP Sulsel (2005-2010)
– Sekretaris Umum PDK DPP Sulsel (2010-2015)
– Pengurus PSSI Prov. Sulsel (2010-2015)
– Bendahara Percasi Sulsel (2010-2015)
– Wakil Ketua Umum PKB (2014-2019)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!