Kredit UMKM Tumbuh 18,28% – UPEKS
ANEKA

Kredit UMKM Tumbuh 18,28%

Permudah Akses Perbankan

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulsel mencatatkan pertumbuhan yang kian positif. Per Maret 2017, OJK mencatat, kredit UMKM yang juga digenjot melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulsel itu mencapai Rp36,79 triliun, tumbuh 18,28% secara tahunan (year on year).

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Sulampua, Andi Muhammad Yusuf mengatakan pertumbuhan pengaluran kredit UMKM menunjukkan tren positif. Jika Desember 2016 hanya tumbuh 8,44% (yoy), di Maret 2017 pertumbuhannya naik menjadi 18,28% (yoy).

“Sharenya mencapai 34,42 persen dari total kredit. Itu disalurkan ke 478.733 rekening. Growthnya 7,58 persen,” katanya.

Yusuf bilang, progres itu tidak terlepas dari peran TPAKD Sulsel yang memediasi dan mendekatkan pengusaha dengan produk-produk keuangan. “UMKM binaan khusus di sektor pertanian salah satu konsen utama TPAKD,” imbuhnya.

Lanjut Yusuf, langkah nyata program TPAKD yang telah terealisasi tahun ini yakni pada Februari 2017 lalu telah dilakukan penandatanganan kerjasama antara lima Dinas dan empat Bank dalam rangka percepatan akses kredit di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan.

Kemudian, di Maret lalu dilakukan fasilitasi akses kredit kepada tujuh UMKM binaan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel dengan nilai Rp2,24 miliar. Berlanjut sosialisasi program JARING (Jangkau, Sinergi dan Guideline) kepada UMKM binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel.

“TPAKD juga telah sosialisasi dan sinkronisasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2017 kepada Dinas Perkebunan di lingkup kabupaten/kota,” bebernya, baru-baru ini.

Selain itu, TPAKD akan memperluas cakupan akses pembiayaan dengan membentuk TPAKD di masing-masing kabupaten/kota. Harapannya, distribusi pembiayaan perbankan bisa lebih mudah diakses oleh pelaku UMKM.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Syamsu Alam Ibrahim menuturkan, realisasi itu sesuai keinginan Pemprov Sulsel dalam pengembangan sektor UMKM sebagai penyangga ekonomi Sulsel. Penyaluran kredit yang terus bertumbuh diharapkan akan semakin memacu UMKM naik kelas.

“Harapan kita UMKM di Sulsel cepat naik kelas. Proses naik kelas itu yang utama akses modal karena dengan itu produksi akan lancar, produk akan semakin membaik dan omset produk akan meningkat. Semua berawal dari akses modal,” ujarnya.

Di lain sisi, Syamsu mengaku pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dalam wadah TPAKD Sulsel. Targetnya, mediasi pelaku usaha dan industri pembiayaan bisa terakomodir dengan masif.

“Di Sulsel itu UMKM di sektor pengolahan sedang bertumbuh baik. Seiring pembiayaan yang bahkan tumbuh 200 persen posisi Maret itu. Kami juga andil dengan menghadirkan rumah kemasan. Rumah kemasan ini menjadi solusi bagi UMKM yang selama ini mengeluhkan daya saing produk yang jatuh hanya karena kemasan,” pungkasnya.(hry/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!