BI Musnahkan 3.604 Upal – Upeks.co.id
UTAMA

BI Musnahkan 3.604 Upal

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulsel bersama Polda Sulsel akan memusnahkan uang palsu sebanyak 3.604 lembar. Jumlah uang palsu (Upal) tersebut ditemukan dalam periode Desember 2015 sampai dengan Maret 2017.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) BI Sulsel Wiwiek Sisto Widayat mengatakan bersama Polda Sulsel Bank sentral akan melakukan pemusnahan uang palsu (Upal) yang telah diklarifikasi sampai dalam tahapan pemusnahannya. Pemusnahan UPAL sebanyak 3.604 lembar yang ditemukan dalam periode Desember 2015 sampai dengan Marer 2017.

“Pemusnahan sesuai penetapan pemberian izin pemusnahan barang sitaan uang palsu dari Pengadilan Negeri kota Makassar,” kata Wiwiek dalam acara Penandatanganan pokok-pokok kesepahaman antara KPw BI Sulsel dengan Polda Sulsel, di kantor gedung BI lantai IV, Rabu (17/5/17).

Wiwiek menjelaskan, dalam ketentuan terkait pemusnahan Upal disebutkan bahwa pemusnahan uang yang terindikasi palsu dan telah mempuyai ketetapan hukum yang pasti, agar segera dilakukan pemusnahan yang pelaksanaan dilakukan oleh BI dan disaksikan oleh pegawai dari instansi terkait lainnya.

“Pemusnahan Upal dilakukan dengan menggunakan mesin yang namanya Meruk (Mesin Racik Uang Kertas) yang hanya dimiliki oleh bank sentral. Hasil potongannya itu berbentuk seperti serbuk,” sebutnya.

Lanjut dia, temuan Upal menurun cukup signifikan, ditengah semakin gencarnya aktivitas sosialisasi
ciri-ciri keaslian uang rupiah oleh BI ke masyarakat. Temuan Upal pada Maret 2017 tercatat sebanyak 199 lembar, menurun -35,81% (mtm) dari bulan sebelumnya sebanyak 310 lembar.

Menurutnya, adanya temuan Upal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dan perbankan semakin paham, peduli dan sadar untuk melaporkan kepada Bank Indonesia. Hal itu sejalan dengan semakin intensifnya kegiatan sosialisasi keaslian uang rupiah dan kegiatan kas keliling yang dilakukan oleh BI keberbagai daerah.

“Kami terus menggalakkan kegiatan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada berbagai lapisan masyarakat di banyak daerah, sehingga pemahaman masyarakat tentang uang rupiah asli semakin meningkat dan peredaran Upal menurun.

Namun, temuan Upal pada Januari 2017 tercatat mengalami kenaikan. Dari 292 lembar, naik 2,26 % dari dengan temuan bulan sebelumnya sebanyak 235 lembar. Uang pecahan Rp50 ribu adalah yang terbanyak dipalsukan, yaitu 172 lembar (58,90 %), diikuti pecahan Rp100 ribu sebanyak 119 lembar (40,75 persen) dan pecahan Rp20 ribh sebanyak 1 lembar (0,34%).

Menurut lokasi pada periode tersebut, temuan uang palsu terbanyak berada di Kota Makassar sebanyak 276 lembar (9452%), diikuti Kota Parepare sebanyak 1 1 lembar (3,77%) dan Kabupaten Bone sebanyak 5 lembar (1,71 %).

Peningkatan temuan palsu tersebut diakui bank sentral bahwa masyarakat dan perbankan semakin peduli dan sadar untuk melaporkan kepada Bank Indonesia apabila menemukan uang palsu atau meragukan keaslian uang yang diterimanya.(hry/rif)

BERITA POPULER

To Top